SURAKARTA—Upaya mendorong inovasi dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar terus dilakukan. Kamis (15/5/2025), Pusat Kajian Pendidikan Dasar (Puskadikdas) PGSD FKIP Unisri Surakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo menggelar pelatihan bertema “Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar”.
Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah dari tiga sekolah dasar: SDN Sidorejo 1, SDN Sidorejo 2, dan SDN Sidorejo 3. Pelatihan berlangsung di Sukoharjo dan menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21.
Empat narasumber dihadirkan dalam pelatihan ini. Karsidi, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua PGRI dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo membuka sesi pertama dengan pengenalan konsep dasar deep learning di lingkungan sekolah dasar.
Dr. Jumanto, S.Pd., M.Pd. kemudian melanjutkan dengan pendekatan pembelajaran berbasis mindfulness—bagaimana deep learning dapat membangkitkan kesadaran belajar baik bagi guru maupun siswa. Sesi ini disambut hangat karena menyentuh sisi reflektif dalam proses pendidikan.
Pembicara ketiga, Anggit Grahito Wicaksono, S.Pd., M.Pd., membahas prinsip meaningful learning, mengajak peserta memahami pentingnya membangun makna dalam proses belajar mengajar. Sementara Dr. Elinda Rizkasari, S.Pd., M.Pd., menutup sesi materi dengan topik joyful learning yang interaktif dan meriah.
Salah satu momen yang cukup mencuri perhatian adalah saat peserta diperkenalkan pada metode “Number Head Together” sebagai contoh asesori pembelajaran murah yang menyenangkan. Antusiasme peserta pun meningkat saat mencoba praktik langsung penyusunan modul ajar berbasis deep learning yang difasilitasi oleh Dr. Jumanto.
Selama pelatihan, suasana berjalan lancar dan penuh semangat. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa bahwa penerapan konsep deep learning di SD masih sangat relevan serta layak dikembangkan secara berkelanjutan.
“Materinya sangat membumi dan mudah dipahami. Kami berharap pelatihan semacam ini bisa terus dilakukan,” ungkap salah satu peserta mewakili rekan-rekannya, seraya menyampaikan apresiasi kepada para narasumber. (*)

Citizen Reporter: Hanifah & Viera (Mahasiswa Prodi PGSD Unisri Surakarta)












