JAKARTA—PT Bank SMBC Indonesia Tbk menegaskan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan melalui sejumlah keputusan strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025. Salah satu keputusan utama ialah pembagian dividen tunai sebesar 20 persen dari laba bersih atau sekitar Rp101,11 miliar, setara Rp9,49 per saham (gross).
Kebijakan dividen tersebut dinilai mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan penguatan struktur modal untuk mendukung ekspansi bisnis jangka panjang.
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, mengatakan dividend payout ratio sebesar 20 persen menjadi bagian dari strategi pertumbuhan yang sehat sekaligus menjaga permodalan tetap kuat.
“Pembagian dividen ini merupakan komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sambil memastikan fondasi permodalan tetap solid untuk pertumbuhan ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga menetapkan sisa laba bersih sebagai laba ditahan. Perseroan tidak lagi menyisihkan dana cadangan wajib karena telah memenuhi ketentuan minimum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas.
RUPST turut menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan. Emilya Tjahjadi ditunjuk sebagai Direktur dan Linus Ekabranko Windoe sebagai Komisaris Independen, menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rapat juga menerima pengunduran diri Ninik Herlani Masli Ridhwan sebagai Komisaris Independen.
Sepanjang 2025, SMBC Indonesia mencatat total aset konsolidasi sebesar Rp245,9 triliun atau tumbuh 2 persen secara tahunan. Perseroan juga membukukan laba bersih setelah pajak untuk bank only sebesar Rp1,5 triliun.
Ke depan, SMBC Indonesia menargetkan penguatan layanan perbankan yang lebih seamless dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kualitas aset, serta sinergi grup guna menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. (Ag4ys)







