Salat Ied bersama Keluarga di Pelataran Pinisi, Rektor UNM: Mari Isi dengan Silaturrahmi

Salat Ied bersama Keluarga di Pelataran Pinisi, Rektor UNM: Mari Isi dengan Silaturrahmi
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Ir. Husain Syam, MTP., IPU., ASEAN Eng bersama keluarga kembali melaksanakan salat Idul Fitri 1443 Hijriah di Pelataran Pinisi UNM, Jalan A.P Pettarani, Makassar, Senin (2/5/2022).

MAKASSAR—Tahun ini, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Ir. Husain Syam, MTP., IPU., ASEAN Eng bersama keluarga kembali melaksanakan salat Idul Fitri 1443 Hijriah di Pelataran Pinisi UNM, Jalan A.P Pettarani, Makassar, Senin (2/5/2022).

Di tengah ribuan jamaah yang melaksanakan shalat Idul Fitri di Pelataran kampus pencetak guru ini tampak Rektor UNM, duduk berdampingan di shaf terdepan bersama para pejabat.

Selain Rektor UNM, sejumlah jajaran rektorat dan para Dekan, Ketua Lembaga serta masyarakat di sekitar kampus orange itu terlihat ikut menggelar salat Idul Fitri di lokasi tersebut.

Adapun yang bertindak sebagai Imam Shalat pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di Pelataran Gedung Phinisi tersebut yakni Akhmad Fajar, S.Pd.

Sementara yang bertindak sebagai khatib atau yang membawakan Khutbah Idul Fitri 1443 H, Prof. Dr. H. M. Sattu Alang, M.A dengan tema “Dengan Idul Fitri Kita Mempersiapkan Sabar Lagi Istiqamah”.

Usai salat Ied, Rektor UNM Prof Husain Syam menyampaikan ucapan selamat idul Fitri kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar UNM yang senantiasa kembali fitri selama menjalan ibadah di bulan suci Ramadan tahun ini.

Berita Lainnya

Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga kita semua kembali fitri. Dari lubuk hati yang terdalam, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga Allah menerima amal ibadah Ramadan kita semua. Selamat Idul Fitri 1443 Hijriah,” ucap Prof Husain.

Guru besar di bidang pertanian ini juga mengatakan bahwa ada banyak hikmah selama menjalani ibadah di bulan suci Ramadan, termasuk mampu menahan hal-hal yang menjadi larangan dalam puasa.

“Hari raya idul Fitri, yang artinya kita kembali kepada kesucian lahir dan batin setelah kita berjuang memerangi hawa nafsu selama satu bulan penuh. Dosa hamba yang berpuasa akan diampuni oleh Allah Subhana wa taala,” jelasnya.

Disamping, Prof Husain Syam mengajak kepada seluruh jamaah di hari raya ldul Fitri ini dilanjutkan halal bi halal untuk mengisi dengan bersilaturahmi, mengakrabkan tali persaudaraan, sehingga akan terwujud suasana ketentraman, kedamaian dan kesejahteraan lahir batin. (*)

Berita Terkait