Sarasehan IJK, Plt Gubernur harap BSI dapat Menguatkan Sektor Usaha Kecil di Sulsel
Plt Gubernur Sulsel saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Industri Jasa Keuangan (IJK) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Four Point Makassar, Sabtu (1/5/2021)

MAKASSAR—Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berharap ada program dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dapat menguatkan sektor-sektor usaha kecil di Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Sulsel saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Industri Jasa Keuangan (IJK) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Four Point Makassar, Sabtu (1/5/2021)

Andi Sudirman Sulaiman Mengaku
program produk BSI harus bisa menguatkan disektor sektor usaha kecil, salah satunya melalui bantuan mikro tanpa bunga untuk Permodalan.

“Kita berharap ada program produk BSI yang bisa menguatkan kita disektor sektor usaha kecil, kita juga mendorong organisasi syariah, sepeti saya sendiri sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah sedang menggenjot klinik Syariah, bisnis syariah dan memikirkan bagaimana bantuan mikro kedepan tanpa bunga untuk Permodalan bagi para pelaku usaha kecil atau calon pengusaha yang baru ingin merintis sebuah usaha,” ungkapnya.

Ia Menyebutkan pemerintah provinsi sulsel terus  mendorong pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produksi dengan mengupgrade standarisasi produk.

“UMKM kita sudah lebih dari 1 juta, di tahun 2020 – 2021 kita sudah mengupgrade produk standarisasi untuk sertifikasi dan juga repackaging produk,” katanya.

Lebih jauh, Plt Gubernur mengaku program ini akan semakin ditingkatkan di seluruh pelaku UMKM di Sulawesi Selatan.

“Kita akan terus mendorong agar produk UMKM terserfikasi sehingga memiliki standarisasi produk untuk masuk ke market place,” pungkasnya.

Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Ngatari, Mengaku BSI berkomitmen ikut menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional dan aktif menyalurkan pembiayaan. Seperti halnya di Makassar pencapaian penyaluran pembiayaan diakui cukup bagus.

“Terakhir kami sampaikan sisa kuota kami masih banyak masih cukup besar. Malah permintaan yang cenderung agak menurun,” ungkapnya.

Ngatari meminta kepada perusahaan-perusahaan di Makassar untuk bisa turut membantu peningkatan penyaluran pembiayaan dengan menghubungi BSI.

“Saya berharap penyaluran pembiayaan bisa semakin meningkat,” tuturnya.

Lebih jauh, Ia menjelaskan Bank Syariah Indonesia merupakan penggabungan dari tiga bank syariah.

“BSI merupakan penggabungan dari tiga bank syariah yakni Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BNI Syariah.” Pungkasnya

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, sarasehan ini dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada para pelaku UMKM di Sulsel yang menjadi mitra perbankan tentang peran serta Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam membantu pemberian pinjaman modal secara syariah Kepada pelaku UKM.

“Masyarakat butuhkan produk-produk syariah yang berkualitas harganya lebih murah dan pelayanan nya lebih bagus makanya kita sekarang punya Bank Syariah Indonesia (BSI) yang kita harapkan bisa menjangkau ke seluruh masyarakat di daerah,” jelasnya.

Kegiatan ini mengangkat tema Peran Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung PEN dan Pemberdayaan UMKM di Sulawesi Selatan. (*)