Advertisement - Scroll ke atas
Otomotif

Sejarah Panjang Perjalanan Mobil Double Cabin di Indonesia: Dari Armada Tambang hingga Jadi Primadona Jalan Raya

476
×

Sejarah Panjang Perjalanan Mobil Double Cabin di Indonesia: Dari Armada Tambang hingga Jadi Primadona Jalan Raya

Sebarkan artikel ini
Sejarah Panjang Perjalanan Mobil Double Cabin di Indonesia: Dari Armada Tambang hingga Jadi Primadona Jalan Raya
Mobil double cabin kini tidak lagi sekadar kendaraan kerja. Dari kota-kota besar hingga pelosok Indonesia, kendaraan berbak tubuh ganda ini telah menjelma menjadi simbol ketangguhan, fungsionalitas, bahkan gaya hidup.

MAKASSAR—Mobil double cabin kini tidak lagi sekadar kendaraan kerja. Dari kota-kota besar hingga pelosok Indonesia, kendaraan berbak tubuh ganda ini telah menjelma menjadi simbol ketangguhan, fungsionalitas, bahkan gaya hidup.

Padahal, perjalanan panjang double cabin di Tanah Air berawal dari kebutuhan industri berat pada era 1980–1990-an, ketika perusahaan tambang, migas, dan perkebunan mulai mendatangkan unit-unit tangguh seperti Hilux generasi awal, Isuzu Pickup, dan Chevrolet LUV untuk menghadapi medan ekstrem.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Pada masa itu, double cabin sama sekali belum dipasarkan untuk masyarakat umum. Kendaraan ini identik dengan armada proyek, hadir dengan ban besar, suspensi tinggi, dan bak luas untuk mengangkut peralatan. Penggunaannya semata untuk fungsi kerja, bukan lifestyle.

Situasi mulai berubah memasuki tahun 2000-an ketika produsen otomotif melihat potensi pasar yang lebih besar. Double cabin perlahan masuk ke segmen konsumen umum, terutama mereka yang membutuhkan kendaraan serbaguna namun tetap nyaman digunakan harian.

Toyota Hilux dan Mitsubishi Strada Triton menjadi pionir dalam mendorong pasar ini, disusul Ford Ranger yang membawa angin baru lewat kenyamanan kabin dan teknologi yang lebih modern. Setelah pemerintah melonggarkan aturan kepemilikan dan impor, penjualan double cabin kian meningkat dan kendaraan ini mulai dilihat sebagai pilihan petualang, bukan hanya kendaraan pekerja berat.

Fase baru dimulai sekitar 2010 ketika double cabin bertransformasi menjadi mobil dengan fitur premium. Interior kulit, panel digital, sensor lengkap, hingga mesin turbodiesel bertenaga besar menjadikan Hilux Revo, Triton Athlete, hingga Ranger Wildtrak sebagai simbol gaya hidup baru. Double cabin tidak lagi “kasar”, melainkan tampil sebagai kendaraan perkotaan yang tetap tangguh di medan ekstrem.

Di Sulawesi Selatan, perkembangan double cabin justru tumbuh lebih pesat dibanding banyak wilayah lain di Indonesia. Kabupaten-kabupaten seperti Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, Enrekang, hingga Sidrap menjadi pasar utama berkat kondisi geografis yang berbukit dan aktivitas industri yang luas.

Perusahaan tambang nikel di Luwu Timur, sektor migas di Wajo, hingga perkebunan di Luwu Raya hampir seluruhnya mengandalkan double cabin sebagai kendaraan operasional. Model yang paling banyak digunakan meliputi Toyota Hilux, Mitsubishi Triton, Ford Ranger, dan Isuzu D-Max.

Makassar sebagai pusat ekonomi Sulsel sekaligus ibu kota provinsi menjadi pusat penjualan terbesar. Dealer Toyota, Mitsubishi, Ford, hingga Isuzu mencatat peningkatan permintaan setiap tahun, terutama dari sektor konstruksi, proyek swasta, dan operasional perusahaan.

Tidak hanya itu, kalangan profesional di kota ini mulai menjadikan double cabin sebagai kendaraan harian karena menganggapnya sebagai perpaduan ideal antara gaya, kenyamanan, dan kekuatan.

Kehadiran komunitas otomotif seperti Makassar Offroad Community, Toraja Jelajah Alam, hingga Luwu Offroad Club turut memperkuat popularitas double cabin di Sulsel. Kegiatan touring, adventure, hingga bakti sosial di daerah pegunungan dan pedalaman menjadi ruang utama bagi kendaraan ini menunjukkan kemampuannya.

Double cabin yang dimodifikasi ekstrem, khususnya untuk lintasan berat Toraja–Enrekang, semakin menegaskan identitasnya sebagai kendaraan yang lahir untuk menghadapi medan menantang.

Memasuki era pascapandemi, permintaan double cabin kembali melonjak. Pembukaan kembali proyek infrastruktur, ekspansi perusahaan tambang, pertumbuhan destinasi wisata alam, hingga meningkatnya tren adventure mendorong penjualan di wilayah Makassar, Maros, Gowa, hingga Toraja.

Segmentasi pengguna pun semakin luas—anak muda pecinta offroad, pekerja lapangan profesional, hingga sejumlah pejabat daerah menggunakan double cabin sebagai kendaraan keseharian.

Di berbagai daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, mobil ini bahkan dianggap sebagai kendaraan wajib karena kemampuannya melintas medan berat tanpa mengorbankan kenyamanan kabin.

Komunitas offroad yang terus berkembang di Indonesia juga memainkan peran penting dalam meningkatkan minat terhadap double cabin. Kegiatan touring lintas provinsi, adventure alam terbuka, hingga aksi kemanusiaan saat bencana membuat mobil ini semakin melekat sebagai simbol ketangguhan.

Modifikasi seperti lift kit, ban MT, roll bar, hingga snorkel menjadi bagian dari kultur pemilik double cabin yang menginginkan kendaraan siap menghadapi berbagai kondisi.

Belakangan, persaingan di segmen ini semakin ketat dengan hadirnya model-model baru seperti Isuzu D-Max, Nissan Navara generasi terbaru, serta Ranger terbaru yang membawa teknologi keselamatan dan konektivitas lebih lengkap. Konsumen kini tidak hanya melihat daya angkut, tetapi juga efisiensi bahan bakar, kenyamanan kabin, serta fitur digital yang semakin canggih.

Perjalanan panjang double cabin di Indonesia membuktikan bagaimana sebuah kendaraan utilitas dapat berevolusi menjadi ikon multifungsi. Dari alat kerja di tengah hutan dan tambang, kini double cabin menjelma menjadi kendaraan keluarga, mobil petualang, hingga simbol prestige masyarakat urban.

Dengan permintaan yang terus meningkat, teknologi yang semakin maju, serta budaya offroad yang kian kuat, masa depan double cabin di Indonesia tampaknya masih akan melaju panjang—bahkan lebih bertenaga dari sebelumnya. (Ag4ys)

Sejarah Panjang Perjalanan Mobil Double Cabin di Indonesia: Dari Armada Tambang hingga Jadi Primadona Jalan Raya
Mobil double cabin kini tidak lagi sekadar kendaraan kerja. Dari kota-kota besar hingga pelosok Indonesia, kendaraan berbak tubuh ganda ini telah menjelma menjadi simbol ketangguhan, fungsionalitas, bahkan gaya hidup.
error: Content is protected !!