MAKASSAR—Toyota Fortuner bukan nama baru dalam dunia SUV ladder frame. Mobil bongsor dengan tampilan gagah ini kerap dipuji karena mesinnya yang tangguh dan bodi yang kokoh bak baja. Tidak heran jika mobil ini terus menjadi andalan Toyota di segmen SUV menengah atas.
Persaingan dengan rival bebuyutan, Mitsubishi Pajero Sport, pun masih berlangsung ketat. Data penjualan pada Februari 2025 menunjukkan Fortuner unggul tipis, mencatatkan 1.168 unit terjual, mengungguli Pajero Sport yang berhenti di angka 1.044 unit.
Namun di balik ketangguhan dan angka penjualan yang impresif, Fortuner ternyata masih menyimpan beberapa kelemahan teknis yang sering kali jadi keluhan pemiliknya—terutama di pasar mobil bekas. Berikut ini rangkuman masalah-masalah umum yang perlu diwaspadai calon pembeli.
1. Suspensi Keras: Siap Medan Berat, Tapi Korbankan Kenyamanan
Fortuner memang dirancang untuk menaklukkan berbagai medan, dari jalanan kota hingga jalur berbatu. Namun, demi menunjang kemampuannya di medan ekstrem, SUV ini dibekali suspensi dengan karakter keras. Hasilnya? Banyak pengguna mengeluhkan kenyamanan berkendara, terutama di jalan mulus.
Bagi pemilik yang mengutamakan kenyamanan, mengganti per keong standar dengan tipe progresif bisa menjadi solusi untuk melunakkan suspensi tanpa mengorbankan performa terlalu banyak.
2. Getaran di Kecepatan Tinggi: Gagah, Tapi Tak Selincah
Desain Fortuner yang kekar memang menambah aura maskulin, tapi bobot bodinya bisa berdampak pada kestabilan saat melaju kencang. Beberapa pengguna melaporkan getaran pada kecepatan tinggi, yang bisa disebabkan oleh rem cakram atau tromol yang aus, engine mounting usang, hingga pelek yang tidak seimbang.
Khusus untuk calon pembeli mobil bekas, penting untuk mengecek kondisi kaki-kaki secara menyeluruh agar tidak kecolongan.
3. Sistem Rem Kurang Responsif
Salah satu kritik yang kerap dialamatkan pada Fortuner bekas adalah sistem pengereman yang kurang menggigit. Penggunaan rem tromol di roda belakang menjadi sorotan utama karena dianggap tidak sebanding dengan bobot dan tenaga mobil ini.
Untuk meningkatkan performa rem, banyak pengguna memilih memasang disc brake conversion kit agar pengereman lebih maksimal dan responsif.
4. Asap Hitam dari Knalpot: Masalah Klasik Diesel
Varian diesel Fortuner juga tak lepas dari masalah umum yang menghantui mesin diesel pada umumnya: asap knalpot hitam pekat. Penyebab utamanya adalah saringan udara yang kotor atau solar berkualitas rendah yang mengganggu proses pembakaran.
Solusinya? Gunakan bahan bakar berkualitas, ganti oli secara teratur, dan pastikan filter oli serta filter udara diganti sesuai jadwal. Perawatan rutin adalah kunci untuk menjaga performa tetap prima.
Toyota Fortuner memang menyimpan daya tarik luar biasa bagi pecinta SUV tangguh. Tapi di balik tampilannya yang maskulin, ada beberapa sisi teknis yang patut diperiksa, terutama jika Anda berburu unit bekas. Bijaklah dalam memilih dan jangan abaikan pengecekan menyeluruh sebelum membawa pulang si gagah satu ini. (Ag4ys)













