PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan Harga
KesehatanMakassar

Siloam Makassar Edukasikan Pengetahuan Wanita Merdeka Kanker

1963
×

Siloam Makassar Edukasikan Pengetahuan Wanita Merdeka Kanker

Sebarkan artikel ini
Siloam Makassar Edukasikan Pengetahuan Wanita Merdeka Kanker
Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke-77, Siloam Makassar menghelat bincang sehat melalui Instagram Live dan Zoom Meeting pada Selasa, 16 Agustus 2022. Topik yang diangkat pada pembicaraan kali ini mengenai wanita dan kanker.

MAKASSAR—Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke-77, Siloam Makassar menghelat bincang sehat melalui Instagram Live dan Zoom Meeting pada Selasa, 16 Agustus 2022. Topik yang diangkat pada pembicaraan kali ini mengenai wanita dan kanker.

Bersama dr. John S. L. A. Pieter, S. pB (K) Onk selaku Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Siloam Makassar, edukasi kesehatan ini hendak mengingatkan para wanita untuk lebih mawas diri mengenali tanda-tanda kanker yang dapat menimpa siapapun.

Perlu diketahui, kanker merupakan jenis tumor yang mengancam. Awal mula kehadiran kanker dalam diri dapat dikenali dengan adanya benjolan tidak normal dari suatu bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh tubuh itu sendiri. Istilah ini kerap kali disebut juga sebagai tumor.

“Tumor dibagi menjadi dua jenis, yaitu jinak dan ganas. Tumor dapat dikatakan jinak apabila tumbuh lambat, tidak berakar, bagian benjolan mudah digerakkan, tidak sakit, kenyal atau padat berkonsistensi dan permukaan rata dengan batas yang jelas.” Kata dr. John Pieter dalam sesi Instagram Live dan Zoom Meeting.

Sebaliknya, tumor dapat dikatakan ganas jika tumbuh cepat, berakar sehingga sulit digerakan, konsistensi padat dan keras, dapat menyebar, hingga berpotensi mengakibatkan kematian.

dr. John Pieter yang berpraktik setiap Senin, Selasa, dan Jumat pukul 13.00 – 14.00 WITA di Siloam Hospitals Makassar juga menuturkan, “Umumnya, bagian tubuh yang sering terkena kanker antara lain, leher rahim, payudara, paru, hati, darah, kulit, hidung, dan usus besar. Salah satunya yang perlu diwaspadai adalah kanker pada payudara”

Kanker payudara (Carcinoma Mammae) menjadi ‘momok’ yang sering terjadi pada wanita. Penyakit ini jarang menimpa pria. Bila ada perubahan bentuk atau ada rasa sakit pada bagian sekitar, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

Deteksi dini penting dilakukan. Tak hanya berpatokan pada kanker payudara saja, melainkan jenis kanker lainnya yang berpotensi timbul dalam tubuh.

Dilanjutkannya, “Diagnosis kanker dapat berupa tindakan anamnesis, pemeriksaan fisis, mammografi, dan USG. Secara lebih lanjut, terapi pengobatan penyakit ini meliputi, tindakan operasi, penyinaran, kemoterapi, hormonal terapi, dan immuno terapi.”

Pada stadium dini (kuratif), tindakan pengobatan dapat dilakukan melalui BCT, MRM dengan adjuvant kemoterapi, radioterapi, hormonal terapi. Sedangkan pada stadium lanjut (paliatif), tindakan pengobatan yang utama adalah hormonal terapi dengan tambahan radioterapi atau kemoterapi, serta operasi.

“Pentingya deteksi dini karena prognosis untuk kemungkinan hidup berkisar 5 tahun. Stadium 1 berkisar 90-95%, stadium 2 berkisar 70-75%, dan stadium 3 & 4 berkisar 10-25%” Ucap dr. John Pieter.

Menutup sesi bincang sehat kali ini, dr. John Pieter turut menggencarkan slogan WASPADA agar wanita dapat melakukan deteksi dini mengenai kemunculan kanker, bahkan secara jangka panjang dapat terbebas dari kanker.

Apa itu WASPADA?

W = Waktu buang air besar atau kecil, apakah ada perubahan?
A = Alat pencernaan, apakah terganggu atau ada kesulitan menelan?
S = Suara serak atau batuk yang tidak kian sembuh.
P = Payudara atau bagian lain, apakah ada benjolan?
A = Andeng-andeng yang berubah sifatnya.
D = Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.
A = Adanya luka atau koreng yang tidak kunjung sembuh. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com