Beranda » Inspirasi » Sudahkan Kita Gunakan Waktu Sebaik Mungkin?
Sudahkan Kita Gunakan Waktu Sebaik Mungkin?
Ilustrasi
Inspirasi

Sudahkan Kita Gunakan Waktu Sebaik Mungkin?

INSPIRASI – “Sebaik mungkin” dalam hal ini hanya diri kita yang lebih mengetahui. Kita sendiri yang bisa merasakan apakah waktu yang kita jalani 24 jam sehari semalam, 30 hari sebulan dan 365 hari dalam setahun sudah maksimal penggunaannya.

Waktu memang hal yang kadang diabaikan, seolah-olah kita mempunyai banyak waktu, padahal kita tidak tau apakah besok masih menjumpai waktu, besok masih ada waktu, nanti saja, besok saja, minggu depan saja, bulan depan saja, tahun depan saja, santai-santai, masih muda yang akhirnya menyepelekan waktu dan kenyataan nya ternyata waktu itu amat berharga. Waktu itu berlian atau emas. Waktu itu kesempatan. Kesempatan yang tidak dapat kembali lagi.

“Waktu adalah uang” pepatah yang sering kita dengar sangat sudah melekat dan tidak asing lagi di telinga kita. Menyia-yiakan waktu sama dengan menyia-yiakan uang.

Memang benar, karena jika kita membuang-buang waktu, kita telah membuang-buang kesempatan untuk mendapatkan uang.

Salah satu langkah pertama menuju sukses adalah mengatur manajemen waktu untuk mulai mengidentifikasi bagaimana kita menghabiskan waktu.

Seringkali kita merasa satu hari dengan 24 jam itu tidaklah cukup karena aktivitas yang menumpuk dan bertubi-tubi merasa belum melakukan apa-apa tetapi hari sudah larut lagi itu biasanya dirasakan karena tidak bisa me-manage waktu dengan baik.

Keterampilan dalam mengelola waktu adalah bagaimana kita meluangkan waktu untuk memprioritaskan dan mencapai beberapa tujuan kehidupan.

Seperti yang kita ketahui bahwa sebagai seorang mahasiswa kita dituntut untuk dapat me-manage waktu yang kita miliki agar lebih produktif.

Kata manajemen itu sendiri berasal dari kata manage yang artinya adalah mengatur dan kata waktu yang berarti adalah terdiri atas siang dan malam tersusun dari satuan waktu yang terkecil mulai detik, menit, dan jam, lalu hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

Dan juga proses memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya atas kemampuan diri sendiri untuk mampu merencanankan, mengatur, mengotrol waktu sehingga didapat hasil sesuai harapan.

Sebagai mahasiswa, tentu kita memiliki kegiatan-kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus dan baik akademik maupun non-akademik.

Untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, alangkah baiknya jika kita mengatur jadwal untuk setiap kegiatan. Disinilah mengapa manajemen waktu sangat berperan dalam kehiudpan.

Manajemen waktu juga merupakan cara untuk mengatur waktu seefektif mungkin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau aktivitas setiap hari.

Manajemen waktu akan memprogram prioritas pekerjaan, mengatur suatu ukuran waktu yang dapat kita ukur sendiri dalam cara mengelola waktu.

Waktu itu sangat terbatas karena setiap orang mempunyai sumber waktu yang sama yaitu 24 jam.

Kebiasaan yang sering dilakukan bahkan menjadi sumber masalah atau pemborosan waktu dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dikerjakan tanpa disadari adalah sesuatu yang sering dilakukan, contoh kebiasaan ini seperti mengerjakan hal-hal yang tidak penting.

Membuat waktu dengan sia-sia tanpa disadari menjadi sumber ketidakefektifan.

Manajemen waktu akan mengatur prioritas pekerjaan, mengatur suatu ukuran waktu yang dapat kita ukur sendiri dalam cara mengelola waktu, orang-orang yang seringkali menyepelekan dan tidak bisa mengatur waktu dengan baik akan berantakan dan tidak teratur.

Entah karena kepadatan jadwal yang mereka miliki atau karena kurangnya pengaturan waktu yang mereka terapkan, sehingga mereka tidak bisa mengatur semua agenda yang harus diselesaikan dan yang terjadi bukan mereka yang mengendalikan waktu tetapi waktu yang mengendalikan mereka.

Masalah ini merupakan salah satu masalah utama yang dialami oleh para mahasiswa. Jadi, apa dampak yang terjadi jika tidak mengatur waktu dengan baik?

Berikut 5 hal yang membuat mahasiswa susah mengelola waktu.

Dampak-dampak jika tidak bisa mengatur waktu dengan baik:

1. Jadwal-jadwal yang lain tidak tertata dan akan berantakan.

Jika kita tidak bisa mengatur waktu dengan jadwal yang padat maka jadwal dan kegiatan yang lain tidak akan terpenuhi karena semakin pekerjaan itu ditunda maka semakin akan menumpuk pekerjaan yang lainnya seperti kita tidak mengetahui hari esok akan ada kejadian yang tidak terduga.

2. Tekanan mental atau stress.

Semua hal yang tidak tertata dengan maka akan muncul perasaan merasa kebingungan atau stress dari diri kita sendiri karena hal yang seharusnya berjalan dengan baik akan berantakan karena ulah kita sendiri.

3. Kondisi fisik akan menurun.

Karena melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan/seperti hal-hal yang tidak penting jadi akan mempengaruhi kesehatan.

4. Dapat dianggap tidak disiplin oleh orang lain.

Karena menyepelekan sesuatu hal maka kita akan dianggap orang yang tidak berprofessional. Seperti yang kita ketahui bahwa tingkat kedisiplinan seseorang akan memengaruhi kinerja seorang.

5. Sering telat dalam melakukan sesuatu karena menyepelekan nya.

Karena selalu menganggap hal-hal kecil tidak begitu penting. Padahal, dengan mengatur hal-hal kecil, hal-hal besar akan terasa lebih mudah.

6. Pekerjaan akan menjadi menumpuk dan membingungkan.

Karena suka menunda dan melakukan management waktu dengan tidak disiplin akhirnya tugas-tugas yang seharusnya sudah selesai akan tertumpuk dan semuanya akan menjadi berantakan.

Orang-orang yang sukses baik dalam pekerjaan maupun di rumah dapat mengelola waktu mereka dengan baik.

Kita harus sebaik mungkin dalam mengatur waktu, yaitu ketika berpikir lurus dan lebih waspada, kita perlu memilih bagian mana dari beberapa tugas/kegiatan yang bisa dilakukan sebaik mungkin, putuskan dan merencanakan kegiatan sesuai pilihan kita sendiri.

Sebagai anak muda dan mahasiswa pasti akan memiliki sekian banyak kegiatan dan tantangan baru, peran dan sekaligus tanggung jawab serta prioritas lain yang harus dilakukan, manajemen waktu akan memberikan hasil yang baik jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan disiplin tinggi.

Selain itu komitmen yang tinggi juga sangat diperlukan dalam mematuhi dan menjalankan manajemen waktu kerja yang telah ditentukan atau kita tentukan sendiri dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari.

Alasan-alasan mengapa orang-orang tidak bisa me-manage waktunya:

1. Suka Menunda (Procrastination)

Menunda pekerjaan adalah tindakan menunda apa yang harusnya anda fokus. Dampaknya anda akan merasa bersalah dan membuang banyak waktu sehingga deadline akan muncul tiba-tiba tanpa disadari.

2. Kurang Istirahat

Sungguh bagus jika anda berpikir dapat bekerja selama 8-10 jam secara terus-menerus, terutama ketika anda sedang dikejar tenggat waktu.

Tapi sangat tidak mungkin bagi siapa pun untuk fokus dan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tinggi tanpa memberikan kesempatan otak mereka beristirahat dan diisi ulang (recharge).

Jangan menganggap istirahat sebagai “membuang-buang waktu”, karena dengan menyediakan down-time, akan memungkinkan anda untuk berpikir lebih kreatif dan bekerja lebih efektif.

3. Tidak adanya tujuan pribadi (Personal Goals)

Meski anda menyukai pekerjaan saat ini, namun jika tujuan pribadi jangka pendek atau tujuan pribadi jangka panjang tidak ada dalam agenda kerja, maka anda hanya menghabiskan waktu tanpa kejelasan impian dan tujuan yang dikejar.

Personal Goals akan membantu anda mengelola waktu lebih baik, memberikan arah dan tujuan yang jelas, dan anda akan tahu cara mengelola prioritas, waktu dan sumber daya.

4. Tidak efektif dalam menyusun jadwal

Kenali diri anda dengan baik anda termasuk aktivis pagi atau siang. Dengan begitu, anda bisa menyusun jadwal pekerjaan penting di saat anda berada di kondisi terbaik.

Jangan melakukan pekerjaan penting saat kondisi anda tidak berada di puncak. Sebaliknya, justru melakukan hal sepele saat dalam kondisi puncak, misalnya menjawab email, membalas chat, dll.

5. Tidak menentukan prioritas

Menentukan prioritas terhadap to-do list yang telah dibuat sama pentingnya dengan membuat to-do list itu sendiri.

Ketika anda tidak menentukan prioritas, anda bisa saja keliru mengerjakan urutan tugasnya, dan bisa membedakan mana pekerjaan yang harus diselesaikan segera dan mana yang bisa dikerjakan nanti.

Lalu sudah seberapa maksimalkah kita memanfaatkan waktu kita yang berharga ini? Kebanyakan dari kita hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia dan akhirnya menyesal.

Sebenarnya jika kita ingin mengatur kehidupan kita, merubahnya menjadi menyenangkan itu mudah saja, yang kita butuhkan adalah mengatur waktu kita sebaik-baiknya.

Pengaturan waktu yang efektif merupakan hal yang mendasar untuk lingkup berbagai wilayah kehidupan, karena waktu yang kita miliki dapat dikatakan sangatlah singkat sedangkan pekerjaan yang seharusnya diselesaikan semakin bertambah kian hari.

Maka sangat dibutuhkan yang namanya pengaturan waktu yaitu pemanfaatan waktu yang sebaik-baiknya atas kemampuan diri sendiri untuk dapat merencanakan, mengatur dan mengontrol waktu sehingga mendapatkan hasil sesuai dengan harapan.

Pengaturan waktu juga bisa diartikan sebagai langkah:

  • Membuat skala prioritas.
  • Membuat keputusan tentang berapa banyak waktu yang diperlukan atau dipergunakan untuk mengerjakan aktivitas serta membutuhkan estimasi waktu.
  • Mempertimbangkan kembali tujuan dan prioritas secara teratur.

Dengan sikap kita yang dapat menyeimbangkan dan mengatur waktu dengan baik maka akan menemukan keseimbangan antara kapan harus belajar, kuliah, bekerja, bersantai, dan beristirahat yang akhirnya akan membuat hidup sedikit lebih muda dan bahagia.

Dari setiap kegiatan yang dilakukan dapat lebih efektif dan efisien dengan cara memberikan porsi waktu bagi setiap aktivitas maka dapat membuat aktivitas itu menjadi lebih optimal.

Setiap orang mempunyai tujuan hidup. Tujuan hidup setiap orang pastinya berbeda-beda, karena mereka memiliki pemikiran yang berbeda, dan juga keinginan yang berbeda dalam kehidupannya.

Tidak mudah menjalani tujuan hidup yang sudah kita rencanakan, karena terkadang rencana yang sudah kita ingin jalankan tidak sama dengan kenyataan yang ada.

Karena kita tidak mempunyai kuasa apapun untuk dapat menentukan apakah tujuan yang sudah kita tentukan itu dapat berjalan dengan baik dan kita harus mampu konsisten dengan apa yang sudah kita rencanakan.

Kemudian memikirkan baik dan buruknya terlebih dahulu, merencanakan tujuan hidup yang baik dengan cara manajemen segala waktu dan aktivitas kita sendiri.

Masalah management waktu merupakan hal umum bagi banyak orang, tetapi dalam kenyataan nya masih banyak yang tidak memerhatikan atau menerapkan hal tersebut.

Satu hal yang sangat menolong dalam hal mencapai efektivitas penggunaan waktu adalah dengan memerhatikan perbedaan antara hal yang sifatnya mendesak dengan yang sifatnya penting.

Karena waktu merupakan sesuatu yang berharga yang kita miliki, maka kita harus memanfaatkan waktu secara produktif dan tidak membuang-buang waktu yang kita miliki agar suatu hari nanti kita tidak menyesal karena kehabisan waktu yang berharga itu.

Sebagai seorang mahasiswa kita dituntut untuk dapat memanajemen waktu antara, kuliah, berorganisasi, dan bersosialisasi di dalam masyarakat.

Tips dan Saran me-manage waktu agar kita lebih produktif.

1. Membuat jadwal harian

Tuliskan apa saja yang harus anda selesaikan hari ini atau minggu ini, atau buatlah daftar tugas yang masih harus anda kerjakan.

Membuat daftar tugas adalah salah satu pendukung produktifitas yang telah terbukti dan teruji, tetapi hanya akan berfungsi jika anda menggunakannya dengan benar.

2. Singkirkan gangguan

Saat ini kita hidup di dunia yang penuh dengan gangguan yang tiada henti. Mulai dari televisi, sosial media hingga pesan pribadi, belum lagi teman, keluarga, dan hewan peliharaan.

Terasa begitu gampang untuk kita meluangkan waktu satu menit untuk hal ini, hal itu, lalu hal lainnya dan akhirnya satu hari penuh tidak ada yang kita kerjakan.

Jangan biarkan ini terjadi tetaplah terfokus pada target dengan sedapat mungkin menyingkirkan segala gangguan dan kesempatan untuk munculnya gangguan. Tutuplah situs media sosial dan apapun itu yang mendistract kegiatan anda.

3. Menandai kegiatan yang sudah dilakukan.

Setelah selesai melakukan suatu kegiatan atau aktivitas segeralah memberi tanda agar tidak menganggu kegiatan yang akan kita lakukan selanjutnya.

4. Jangan tidur terlalu larut malam

Jangan begadang dan tinggalkan kebiasaan tersebut. Tidur lebih awal dan jangan tidur terlalu malam merupakan langkah jitu untuk mengawali hari.

Sebab ketika seseorang tidur terlalu malam dan harus bangun pagi-pagi, tubuh akan kekurangan waktu istirahat yang cukup.

Akibatnya membuat tubuh terlihat lesu tak bertenaga, kurang fokus, hingga mudah marah yang dapat berdampak negatif pada pekerjaan atau aktivitas secara menyeluruh.

Lebih baik selesaikan tugas dan jangan menunda-nundanya. Alangkah baiknya waktu malam digunakan untuk mengistirahatkan tubuh.

Berikan setidaknya waktu minimal 6 jam untuk tubuh beristirahat dan melakukan pemulihan secara menyeluruh.

5. Mendahulukan kepentingan utama, fokus dan konsisten.

Membuat list kegiatan yang penting harus dilakukan terlebih dahulu (urgent) dan lakukan semua hal dengan fokus, serta konsisten dalam mengerjakannya dengan begitu akan menjadi mudah dalam mengatur waktu.

Setelah kita mengetahui bagaimana cara meningkatkan produktifitas waktu atau bagaimana cara memanage waktu dengan baik.

Sebagai seorang mahasiswa, jika kita pandai memanajemen waktu maka akan memberi keuntungan besar bagi berlangsungnya kegiatan kuliah, organisasi, atau bersosialisasi di dalam masyarakat.

Karena melalui manajemen waktu kita dapat mengatur kegiatan apa saja yang harus kita prioritaskan terlebih dahulu lalu memfokuskan diri ketika melakukan kegiatan itu.

Sehingga di dalam melakukan kegiatan tersebut kita mendapatkan sesuatu yang bermanfaat tidak hanya membuang waktu dengan kesibukan tanpa fokus pada kegiatan itu.

Betapa pentingnya manajemen waktu bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan antara akademik dan non akademik.

Manajemen waktu juga berguna ketika benar-benar terjun di masyarakat menjadi bagian dari masyarakat itu.

Sukses atau tidaknya seseorang bergantung pada bisa atau tidaknya mengatur dan menghargai waktu yang dimiliki.

Mengatur waktu dimulai dari niat dan kemauan diri sendiri untuk maju dan tidak membuang-buang waktu. (*)

Penulis : Annisa Sarah Sabrina
Mahasiswi LSPR Jakarta