PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Inspirasi

Mengapa Burung Bisa Santai di Kabel Listrik Tanpa Kesetrum? Ini Penjelasannya!

1616
×

Mengapa Burung Bisa Santai di Kabel Listrik Tanpa Kesetrum? Ini Penjelasannya!

Sebarkan artikel ini
Mengapa Burung Bisa Santai di Kabel Listrik Tanpa Kesetrum? Ini Penjelasannya!
Pemandangan burung bertengger di kabel listrik sudah jadi hal biasa di perkotaan maupun pedesaan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa santai di situ tanpa tersengat listrik? Ternyata, ada penjelasan ilmiah sederhana di balik fenomena ini.

INSPIRASI—Pemandangan burung bertengger di kabel listrik sudah jadi hal biasa di perkotaan maupun pedesaan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa santai di situ tanpa tersengat listrik? Ternyata, ada penjelasan ilmiah sederhana di balik fenomena ini.

Listrik mengalir karena adanya perbedaan tegangan. Ketika dua titik dengan tegangan berbeda terhubung melalui konduktor, arus listrik akan mengalir dari titik bertegangan tinggi ke titik bertegangan rendah.

Namun, burung yang bertengger hanya menyentuh satu kabel listrik. Karena seluruh tubuh burung berada pada tegangan yang sama, tidak ada perbedaan tegangan yang memicu aliran listrik melaluinya. Inilah alasan utama mereka tidak tersengat.

Kondisi akan berbeda jika burung itu menyentuh dua kabel secara bersamaan atau kabel dan benda lain yang terhubung ke tanah, seperti tiang listrik.

Dalam situasi ini, tubuh burung menjadi jalur bagi arus listrik karena terjadi perbedaan tegangan. Akibatnya, burung bisa tersengat listrik. Hal inilah yang juga menjadi alasan pekerja listrik harus sangat berhati-hati saat bekerja di dekat kabel listrik.

Selain itu, burung memiliki lapisan kulit dan bulu yang relatif kering. Kelembapan rendah ini juga membantu mencegah aliran listrik kecil melalui tubuh mereka. Namun, ini bukan satu-satunya alasan, karena faktor utama tetap pada prinsip perbedaan tegangan.

Fenomena ini menjadi contoh menarik bagaimana hukum fisika berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Meski terlihat sederhana, pemahaman seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya listrik.

Sebagai manusia, kita jelas tidak memiliki perlindungan alami seperti burung. Sentuhan langsung dengan kabel listrik bisa berakibat fatal, terutama jika tubuh kita menjadi jalur ke tanah.

Jadi, lain kali Anda melihat burung santai bertengger di kabel listrik, ingatlah bahwa itu bukan sekadar keberuntungan. Ada hukum alam yang bekerja di baliknya, memastikan mereka tetap aman—selama mereka tidak melanggar “aturan” fisika. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com