PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.DPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahWorld Cleanup Day 2026, Kelurahan Bitowa Gelar Kerja Bakti MassalSeminar Nasional Dokter di Makassar Bahas Inovasi Pemeriksaan Kesehatan Saluran CernaToreh Sejarah, Pascasarjana UNDIPA Makassar Wisuda 7 Magister Informatika Angkatan PerdanaKarhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.DPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahWorld Cleanup Day 2026, Kelurahan Bitowa Gelar Kerja Bakti MassalSeminar Nasional Dokter di Makassar Bahas Inovasi Pemeriksaan Kesehatan Saluran CernaToreh Sejarah, Pascasarjana UNDIPA Makassar Wisuda 7 Magister Informatika Angkatan PerdanaKarhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam Semalam
Inspirasi

Tanam Cabai di Rumah? Begini Cara Merawatnya Biar Subur dan Berbuah Lebat

1187
×

Tanam Cabai di Rumah? Begini Cara Merawatnya Biar Subur dan Berbuah Lebat

Sebarkan artikel ini
Tanam Cabai di Rumah? Begini Cara Merawatnya Biar Subur dan Berbuah Lebat
Merawat cabai bukan soal menanam lalu menunggu panen. Tanaman ini punya karakter kuat tapi tetap manja soal perawatan. Kalau ingin cabai di halaman rumah tumbuh subur dan berbuah lebat, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sejak awal.

MEDIASULSEL.COM—Merawat cabai bukan soal menanam lalu menunggu panen. Tanaman ini punya karakter kuat tapi tetap manja soal perawatan. Kalau ingin cabai di halaman rumah tumbuh subur dan berbuah lebat, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sejak awal.

Hal pertama yang perlu dipastikan adalah lokasi tanam. Cabai sangat menyukai sinar matahari. Setidaknya enam jam sehari, sinar harus menyentuh daunnya langsung. Ruang terbuka yang punya sirkulasi udara baik juga penting untuk mencegah jamur dan penyakit datang diam-diam.

Soal air, jangan berlebihan. Cabai memang butuh disiram setiap hari, tapi secukupnya saja. Cukup sekali atau dua kali sehari, tergantung cuaca. Yang penting tanah tetap lembab tapi tidak becek, karena akar cabai sangat sensitif dengan genangan.

Pemupukan jadi kunci berikutnya. Di awal tanam, sebaiknya siapkan pupuk dasar seperti kompos atau pupuk kandang. Setelah itu, lanjutkan dengan pupuk tambahan setiap satu atau dua minggu. Bisa pakai NPK, bisa juga pupuk organik cair. Saat tanaman mulai berbunga, saatnya tambahkan unsur kalium dan fosfor supaya buahnya lebih banyak dan sehat. Pupuk dari kulit pisang atau air cucian beras yang difermentasi bisa jadi alternatif alami.

Jangan lupa urusan pangkas-memangkas. Tunas liar di ketiak daun sebaiknya dibuang agar nutrisi tidak terbagi ke cabang yang tak perlu. Kalau bagian bawah tanaman sudah terlalu rimbun, pangkas sebagian daun untuk memperlancar sirkulasi udara.

Masalah klasik seperti hama dan penyakit juga harus diantisipasi. Gunakan semprotan alami dari bawang putih, cabai, dan sabun cair setiap minggu untuk pencegahan. Waspadai kutu daun, ulat, dan thrips. Sedangkan penyakit seperti layu fusarium atau busuk buah bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan tanam dan memberi jarak antar tanaman.

Untuk menopang batang, terutama saat mulai berbuah, gunakan ajir atau tongkat kecil agar tidak roboh. Bila tanaman terlalu rapat, lakukan penjarangan supaya sirkulasi udara tetap lancar dan daun tidak saling menutupi cahaya.

Panen bisa dimulai ketika buah sudah matang sempurna—biasanya ditandai dengan warna merah menyala atau sesuai jenis cabai yang ditanam. Petik dengan gunting agar tangkai tidak rusak dan tanaman tetap bisa berproduksi di panen berikutnya.

Kalau dirawat dengan baik, satu tanaman cabai bisa panen berkali-kali dan bertahan hingga berbulan-bulan. Jadi, meskipun terlihat sepele, urusan cabai ini bisa jadi ladang kecil yang menguntungkan di halaman rumah. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com