SIDRAP – Mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui inovasi PULOSU (Puding Kelor Susu) sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan berlangsung di Kantor Lurah Lautang Benteng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat (31/7/2026).
Program bertajuk “Pemanfaatan PULOSU (Puding Kelor Susu) sebagai Alternatif PMT dalam Upaya Pencegahan Stunting” tersebut diikuti ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan, ibu menyusui, serta kader Posyandu dan PKK.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi periode krusial dalam mencegah stunting. Daun kelor dan susu dipilih sebagai bahan utama karena kaya nutrisi, mudah diperoleh, serta dapat diolah menjadi makanan tambahan bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai stunting, mulai dari penyebab, dampak terhadap tumbuh kembang anak, hingga pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kandungan gizi daun kelor dan susu yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Tak hanya penyuluhan, mahasiswa juga menggelar demonstrasi pembuatan PULOSU. Peserta diperlihatkan secara langsung proses pengolahan, mulai dari persiapan bahan, teknik pembuatan, hingga penyajian puding. Setelah demonstrasi, para peserta diberi kesempatan mencicipi hasil olahan sekaligus berdiskusi mengenai cara penyajian PULOSU sebagai makanan tambahan untuk balita.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, serta menerima leaflet edukasi yang memuat informasi mengenai manfaat PULOSU, kandungan gizi daun kelor dan susu, serta sasaran pemberian makanan tambahan untuk mendukung pencegahan stunting.
Salah seorang kader Posyandu Kelurahan Lautang Benteng mengapresiasi program tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada para ibu mengenai pentingnya gizi balita sekaligus cara mengolah daun kelor menjadi makanan tambahan yang sehat dan disukai anak,” ujarnya.
Pelaksana program, Andi Nur Azizah, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin, berharap inovasi PULOSU dapat diterapkan masyarakat sebagai alternatif PMT berbahan pangan lokal.
“Kami berharap para ibu dapat memanfaatkan daun kelor dan susu sebagai alternatif PMT yang bergizi serta menerapkan pembuatan PULOSU di rumah untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi balita sebagai salah satu upaya pencegahan stunting,” katanya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi balita semakin meningkat. Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti daun kelor diharapkan menjadi solusi sederhana, terjangkau, dan berkelanjutan dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang. (Mp/ Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip (Dosen FH Unhas)













