Beranda » Takalar » Swasembada Pangan, Balangdatu Hasilkan 4,2 ton Padi
Takalar

Swasembada Pangan, Balangdatu Hasilkan 4,2 ton Padi

TAKALAR – Bupati Takalar H. Syamsari,S.Pt.MM panen raya bersama komoditi padi dan tanam perdana jagung hibrida musim tanam II yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Takalar di Desa Balangdatu Kepulauan Tanakeke Kecamatan Mappakasunggu, Takalar, Kamis (8/3/2018).

Bupati Takalar dalam arahannya mengatakan bahwa pemkab mendorong kepulauan tanakeke untuk bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Saya mengapresiasi atas panen raya perdana yang dilaksanakan dari wilayah kab. Takalar apalagi dipanen di kepulauan. Dan untuk penanaman jagung, Ini bukti kesungguhan Kabupaten Takalar untuk mendukung swasembada pangan. Semua ini ditunjukkan untuk ketahanan pangan yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri,” jelas Bupati Takalar H. Syamsari.

Bupati berharap pada panen raya tersebut agar bisa memenuhi kebutuhan sendiri di tanakeke dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan.

Di kesempatan itu, Bupati Takalar akan menyumbang mesin pemotong rumput dan embun (tempat penampungan air) di desa Balangdatu untuk sarana dan prasarana dalam memenuhi kebutuhan warga.

Kepala UPTD kawasan pulau tanakeke Supriadi Temba, SP.M.Si melaporkan bahwa untuk kawasan pulau tanakeke dalam tanam padi meningkat dari 320 hektar menjadi 340 hektar dengan memakai jenis benih padi paritas ciherang dengan masa tanam 115 hari yang menghasilkan sekitar 4,6 ton padi per hektar.

Khusus kawasan desa Balangdatu ada 140 hektar sawah yang ditanami padi dengan hasil 4,2 ton. Sedangkan untuk tanam jagung, Jenis benih jagung memakai Bisi 18 dengan luas tanam 100 hektar untuk tanam perdana dengan masa tanam 3 bulan.

“Untuk kepulauan tanakeke dalam penerapan tanam padi, produktifitasnya lebih meningkat dari kawasan sawah yang ada di daratan. Meski kami mempunyai kendala yaitu adanya Serangan hama, penerapan teknologi yang belum berjalan maksimal, dukungan yang sangat terbatas antara lain alsinta yang sangat kurang pengelolaannya serta pengendalian dalam pemeliharaannya belum maksimal,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, agar lebih meningkatkan produktifitas tanam padi di kepulauan tanakeke ini, kepedulian dari dinas terkait dapat ditingkatkan dan peningkatan SDM seperti dukungan pendamping karena selama ini di 5 desa yang ada di kepulauan tanakeke hanya dibina 2 orang pendamping,” harap Supriadi temba saat ditemui wartawan.

Nampak hadir pada panen raya tersebut yakni, Tim Monitoring Direktorat Jendral Ketanaman pangan Kementerian Pertanian Indonesia, kadis pertanian, kadis perhubungan serta perwakilan Anggota Forkopimda Takalar, Camat Mapsu dan Kades Balangdatu. (*/fit/shar)