Beranda ยป Sulsel ยป SYL Buka G1000 Sektor Energi
Sulsel

SYL Buka G1000 Sektor Energi

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka kegiatan Gerakan 1000 (G1000) Kebaikan Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pelataran Phinisi Point, Jalan Metro Tanjung, Senin (04/12).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan tema “Sulawesi Selatan Membangun Budaya Baru Pemanfaatan Energi yang Berdaulat”.

Gubernur SYL menyebutkan, Indonesia sebagai negara berkembang mengalami translasi atau pemindahan semua titik di dalam bidang tertentu pada bidang kebijakan energi. Sebagai implikasi dari perkembangan ekonomi lokal dan global terhadap kondisi geografis Indonesia menuju peradaban yang lebih baik.

“Dalam hal ini, Sulawesi Selatan memposisikan diri sebagai bagian dari sentral Indonesia mengembangkan visi untuk menjadi pilar utama pembangunan nasional dan simpul jejaring akselarasi kesejahteraan,” kata Syahrul YL.

Pada kegiatan gerakan 1000 kebaikan ESDM ini, SYL mengharapkan pemerintah yang hadir dengan tugas berbeda melalui gerakan ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Walaupun cuma seribu lebih, ini menjadi ukuran dan bukti pemerintah hadir, ada yang dirasakan oleh masyarakat. Baik Pertamina dan PLN sudah bekerja maksimal dan muaranya Sulsel adalah provinsi terbaik di Indonesia,” sebut Syahrul YL.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Gunawan Palaguna memaparkan kegiatan pada gerakan ini, diantaranya, penyerahan secara simbolis hasil pembangunan selama tahun 2017 di sektor ESDM berupa biogas sebanyak 367 unit. Sosialisasi surat edaran gubernur dan penukaran tabung LPG 3 kg menjadi tabung Bright Gas 5,5 kg sebanyak 100 unit, PLTS terpusat sebanyak 3 unit, PLTMH sebanyak 10 unit, SLO sebanyak 1000 unit, sumur bor sebanyak 21 unit.

“Pembangunan biogas menggunakan limbah ternak telah dimanfaatkan oleh 2.500 kepala keluarga se-Sulsel,” kata Gunawan Palaguna.

Selain itu, Gunawan menjelaskan Pemprov Sulsel bekerjasama PT. Pertamina UPMS VII menyerahkan secara simbolis penukaran gas 3 kg menjadi tabung Bright Gas 5,5 kg.

“Ini sebagai sosialisasi bagi masyarakat golongan mampu agar tidak menggunakan gas LPG tiga kilogram bersubsidi hanya khusus untuk masyarakat miskin sehingga kuota tiga kilogram,” harapnya Gunawan. [*/4ld]