PUISI—Ada rindu yang tak pernah menemukan jalan pulang, tetapi memilih tinggal di dalam hati hingga berakar. Ia tidak meminta untuk segera dipertemukan, melainkan tumbuh perlahan bersama waktu, menjadi kenangan, harapan, dan penerimaan.
Dari ruang batin itulah puisi ini lahir, mengajak pembaca menyelami rindu sebagai perjalanan kembali kepada asal, tempat segala yang hidup bermula.
Tertanam Rindu
Oleh: De Eka Putrakha
Adakah yang lebih dalam
selain rindu yang terpendam?
Mungkin, antara angin dan daun,
keduanya sama-sama mengalah pada waktu.
Atau,
ini hanyalah perihal jarak
yang semestinya mengembalikan.
Pulanglah—
angin menuju tenang,
daun menuju tanah,
tempat segala tumbuh,
tempat segala bermula.
Tertanamlah rindu
sedalam-dalamnya.
8 Juli 2026
Biodata Penulis
De Eka Putrakha berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Tulisannya termuat dalam sejumlah buku antologi bersama serta berbagai media cetak dan media daring di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Profil kepenulisannya pernah dimuat dalam e-Jurnal DoeaJiwa Bil. 11/2023. Puisinya yang berjudul “Melangkah pada Pijakan Kaki” meraih Juara Sayembara Nyala – Sastera Hijau 2024 yang diselenggarakan Majalah KayuApi, Singapura.
Buku puisinya yang terbaru berjudul “Ketika Semua Orang Sengaja Melupakan Setelah Kucari Cara Agar Selalu Mengingat Mereka” diterbitkan oleh Penerbit Lumpur pada Mei 2025. (*)
Penulis dapat disapa melalui Facebook De Eka Putrakha dan Instagram @deekaputrakha.


