Tim Terpadu Awasi 10 U-Turn dari
Tim Terpadu Penertiban "Pak Ogah" atau pengatur lalu lintas ilegal akan mengawasi 10 u-turn atau lokasi pembelokan warga di beberapa titik jalan protokol yang ada di Makassar dari pagi hingga malam hari, yang dimulai hari Selasa, 30 Maret 2021.

MAKASSAR—Tim Terpadu Penertiban “Pak Ogah” atau pengatur lalu lintas ilegal akan mengawasi 10 u-turn atau lokasi pembelokan warga di beberapa titik jalan protokol yang ada di Makassar dari pagi hingga malam hari, yang dimulai hari Selasa, 30 Maret 2021.

Tim yang terdiri dari anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan Sulsel yang diback up langsung POM DAM XIV Hasanuddin berkomitmen menertibkan operasi Pak Ogah yang selama ini meresahkan masyarakat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Abdul Azis Bennu menjelaskan 10 u-turn yang akan diawasi agar steril dari Pak Ogah diantaranya dua u-turn di Jalan AP Pettarani, tiga di Hertasning, empat titik di Jalan Urip Sumiharjo, dan satu titik di Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Jadi akan ada petugas senantiasa berjaga di lokasi u-turn yang dimaksud untuk menertibkan Pak Ogah jika ada yang menjalankan aksinya,” ungkap Abdul Azis.

Selain itu, kata Azis, tim juga masih akan tetap intens melakukan penertiban terpadu di lokasi-lokasi lainnya tempat beroperasi para pengatur lalu lintas ilegal tersebut.

Seperti yang dilakukan tim terpadu pada Selasa (30/3). Tim terpadu melakukan penertiban di lima lokasi diantaranya Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Emi Saelan-Alauddin, Hertasning, dan AP Pettarani.

Kata Azis, dari empat lokasi tersebut, terjaring delapan Pak Ogah. Masing-masing di Jalan Perintis Kemerdekaan dua orang, Jalan Emi Saelan/Alauddin 4, Hertasning 1, dan AP Pettarani 1 orang.

Selanjutnya, Pak Ogah yang terjaring digiring ke Kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan. Mereka juga harus membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi perbuatannya turun ke jalan menjadi Pak Ogah. Jika pernyataan tersebut dilanggar, maka yang bersangkutan bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muh Arafah memandang perlu upaya penertiban Pak Ogah secara massif mengingat kehadiran mereka selalu dikeluhkan pengguna jalan.

“Kehadiran mereka bukannya melancarkan arus lalu lintas, melainkan memacetkan jalan. Belum lagi pengendara harus berhati-hati karena mereka kadang menguasai badan jalan,” kata Arafah. (*)