Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Upaya Global Sumud Flotilla dan Persatuan Negari Muslim

1244
×

Upaya Global Sumud Flotilla dan Persatuan Negari Muslim

Sebarkan artikel ini
Nurhidayah. S, S.Pd (Aktivis Muslimah)
Nurhidayah. S, S.Pd (Aktivis Muslimah)

OPINI—Militer Israel meminta warga Palestina di Kota Gaza mengungsi ke selatan di tengah serangan yang terus digencarkan di bagian utara. Kota Gaza, yang dulu dihuni sekitar 1 juta orang (hampir setengah populasi Jalur Gaza), kini terancam kosong akibat konflik berkepanjangan.

Netanyahu menyebut Kota Gaza sebagai basis Hamas dan menegaskan penguasaan atas wilayah tersebut diperlukan guna melemahkan kelompok yang menyerang Israel pada Oktober 2023 (Republika.co.id, 06/09/2025).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Ancaman demi ancaman terus dilakukan Netanyahu agar Hamas, yang telah memimpin Kota Gaza selama hampir dua dekade melepaskan ke-48 tawanan dan melucuti senjatanya. Di sisi lain dari Pihak Hamas, menyatakan siap melepaskan para tawanan jika Israel melepaskan seluruh tawanan dan menarik pasukannya dari Kota Gaza.

Sementara itu, di tengah krisis kemanusiaan yang melanda Gaza, sejumlah inisiatif internasional digerakkan untuk menyalurkan bantuan. Salah satunya adalah Global Sumud Flotilla (GSF), armada sipil yang berlayar dari Barcelona pada awal September 2025.

Lebih dari 50 kapal dengan ratusan relawan dari 44 negara terlibat dalam misi kemanusiaan ini. Armada tersebut dijadwalkan berkumpul di Tunisia sebelum melanjutkan perjalanan ke Gaza, meski masih menghadapi tantangan cuaca buruk dan potensi pencegatan di Laut Mediterania (rri.co.id, 02/09/2025).

Genosida di Gaza menjadi bukti lemahnya persatuan kaum Muslimin. Jika kita melihat peta, negeri-negeri terdekat dengan Gaza adalah negeri kaum Muslim sendiri—Arab Saudi, Mesir, Turki, Yordania, Irak, Yaman, dan banyak lagi. Bahkan, pintu gerbang masuk ke Gaza berada di Mesir. Namun kenyataannya, kondisi hari ini sangat menyedihkan.

Negeri-negeri Muslim yang justru paling berpotensi menolong saudara mereka di Gaza, termasuk Mesir, tampak memilih diam dan tunduk pada tekanan dari pihak penjajah.

Kondisi kaum Muslimin hari ini mengingatkan kita dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Tsauban RA:

Bangsa-bangsa di dunia akan memperebutkan kalian (umat Islam), seperti memperebutkan makanan di mangkuk.” Seorang laki-laki bertanya, “Apakah jumlah kami pada waktu itu sedikit, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh kalian, dan menanamkan al-wahn ke dalam hati kalian.” Seseorang bertanya, “Apakah al-wahn itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud)

Dari hadits ini kita pahami, bahwa ketika umat Islam meninggalkan ketakwaan kepada Allah SWT, terikat pada cinta dunia, dan takut mati, maka musuh-musuh Allah akan mudah menghancurkan mereka.

Aksi Global Sumul Flotilla adalah langkah luar biasa yang menjadi bukti betapa besarnya keinginan umat Muslim bahkan non Muslim untuk membebaskan Gaza dari penjajahan. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa hanya dengan persatuan, kekuatan yang lebih kuat dan berani akan lahir.

Hanya saja, aksi ini belum mampu membebaskan sepenuhnya warga Gaza dari penjajahan. Bantuan ini akan berakhir setelah pasokan makanan habis dan hanya bersifat sementara.

Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan Palestina hari ini hanya dengan mewujudkan Jihad fii Sabilillah dengan mengirimkan tentara Muslim untuk melawan penjajah.

Jihad fii sabilillah bukanlah langkah yang mustahil di era hari ini. Umat butuh pemimpin yang berani dan kuat untuk melawan penjajahan. Hal itu akan terwujud dengan adanya Institusi yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai peraturan, serta tidak tunduk dengan pihak manapun.

Sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat yang berjuang menegakkan Islam di Madinah pada masa awal kehidupan Islam. Mereka terikat dalam satu ikatan Aqidah, dengan pemikiran, perasaan dan peraturan yang sama. Oleh karena itu, kaum Muslim hari ini pun harus berjuang untuk melanjutkannya.

Dengan begitu, tentara Muslim akan dikerahkan untuk melawan penjajah tanpa rasa takut. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Qur’an Surah Al- Baqarah ayat 190 yang artinya :

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Wallahu ‘alam bis-shawab. (*) 

 

Penulis: Nurhidayah. S, S.Pd (Aktivis Muslimah)

 

 

***

 

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

error: Content is protected !!