Advertisement - Scroll ke atas
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
MakassarNews

Walikota Makassar Tanam 20.000 Magrove di Lantebung

329
×

Walikota Makassar Tanam 20.000 Magrove di Lantebung

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MEDIASULSEL.com – Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto secara simbolis menanam 20.000 tanaman magrove di Lantebung, kelurahan Bira, kecamatan Tamalanrea, Jumat, (19/08/2016).

Menurut ‘Danny’ Pomanto, penanaman bertujuan membangun perisai alam terhadap ancaman abrasi dan tsunami yang dapat berlangsung secara alamiah.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Hutan magrove adalah benteng utama dan terdepan dari bahaya abrasi dan tsunami,” sebut Danny usai menanam pohon magrove, bersama Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (DKP3) kota Makassar Abdul Rahman Bando, Camat Tamalanrea Kaharuddin Bakti, dan kelompok pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) Magrove Lantebung

Aksi tanam pohon magrove ini, dapat menstimulasi warga untuk melakukan aksi serupa untuk menghindari kawasan pesisir dari degradasi hutan magrove.

“Hutan magrove perlu dilestarikan karena selain berfungsi sebagai mitigasi bencana di daerah pesisir khususnya bagi Makassar yang merupakan water front city, hutan magrove juga dapat menjadi penopang kehidupan fauna sebagai habitat singgah dari jenis fauna tertentu,” terang Danny.

Kedepannya, lanjut Danny, ia berinisiatif mengembangkan kawasan hutan magrove Lantebung sebagai pusat rekreasi lingkungan hidup. Di tahun 2017, pemegang sertifikat tertinggi di bidang arsitektur itu bakal mengkonsentrasikan pengembangan ecominawisata bahari di Lantebung.

Dua puluh ribu pohon magrove yang ditanam di Lantebung, menjadi awal pengembangan kawasan ini sebagai pusat rekreasi bahari yang berwawasan lingkungan.

Selain berpotensi dikembangkan sebagai ecominawisata bahari, penanaman 20.000 pohon magrove juga berdampak pada meningkatnya jumlah RTH (Ruang Terbuka Hijau) di Makassar.

“Hutan magrove bisa menjadi salah satu tawaran solusi dari keterbatasan RTH. Bisa lebih efisien dalam penggunaan anggaran karena menggunakan tanah negara, dan bibitnya relatif mudah diperoleh. Solusi ini juga efektif untuk membangun kecintaan warga pada lingkungan dengan melibatkannya pada penanaman,” terang Kadis KP3 kota Makassar, Abdul Rahman Bando.

Keuntungan ekonomis juga didapatkan warga jika hutan magrove terpelihara dengan baik, kawasan ini dapat menjadi area berkembangnya populasi ikan, udang, dan kepiting magrove sehingga nelayan tak perlu mangayuh jauh sampannya saat melaut.

Saat ini, DKP3 kota Makassar bersama IFAD (International Fund for Agricultural Development), dan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan, dan Perikanan RI membina satu kelompok infrastruktur, satu kelompok pengelola SDA, empat kelompok nelayan tangkap, dua kelompok budi daya ikan dan kepiting, serta dua kelompok ibu-ibu pengolahan. (aak/shar)

Lihat Juga:  Waspada! BMKG Himbau, Sulsel Berpotensi Gempa Bumi dan Tsunami
error: Content is protected !!