Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Warga Antang Keluhkan Drainase Dangkal, Nasir Rurung Janji Kawal Penanganan di DPRD Makassar

791
×

Warga Antang Keluhkan Drainase Dangkal, Nasir Rurung Janji Kawal Penanganan di DPRD Makassar

Sebarkan artikel ini
Warga Antang Keluhkan Drainase Dangkal, Nasir Rurung Janji Kawal Penanganan di DPRD Makassar
Warga Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, menyampaikan berbagai keluhan kepada Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PAN, Muhammad Nasir Rurung, saat kegiatan reses pertama masa persidangan I tahun sidang 2025/2026 yang digelar di Jalan Tawalla Lorong IV, Senin (13/10/2025).

MAKASSAR—Warga Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, menyampaikan berbagai keluhan kepada Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PAN, Nasir Rurung, saat kegiatan reses pertama masa persidangan I tahun sidang 2025/2026 yang digelar di Jalan Tawalla Lorong IV, Senin (13/10/2025).

Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan warga itu, persoalan drainase dangkal menjadi perhatian utama. Warga mengaku kerap kebanjiran setiap kali hujan deras karena saluran air di lingkungan mereka sudah tertimbun tanah dan belum tersambung ke jalur utama.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Kalau hujan sebentar saja, air sudah naik ke halaman rumah. Drainase di lorong kami sudah dangkal, bahkan ada yang tertimbun. Kami harap bisa dibersihkan dan disambung supaya air cepat mengalir,” ujar salah seorang warga di hadapan Nasir Rurung.

Selain drainase, warga juga mengeluhkan pengangkutan sampah yang tidak teratur dan belum tersedianya pos kamling di sejumlah titik.

“Kadang sampah tidak diangkut tepat waktu, akhirnya berserakan di jalan. Mungkin perlu sistem penandaan agar petugas tahu mana sampah yang siap diambil,” celetuk warga lainnya.

Menanggapi keluhan itu, Nasir Rurung meminta pihak kelurahan dan kecamatan segera turun meninjau lokasi agar langkah penanganan bisa dilakukan sebelum musim hujan semakin parah.

“Kita minta pak lurah dan jajaran segera melihat langsung kondisi drainase di lapangan. Kalau memang dangkal, bisa dibersihkan secara gotong royong. Dulu masyarakat kompak, semangat itu perlu kita hidupkan kembali,” ujarnya.

Legislator dari dapil Manggala–Panakkukang ini juga menekankan pentingnya pembangunan pos kamling untuk memperkuat keamanan lingkungan. Ia mendorong tokoh masyarakat agar menyiapkan lokasi yang bisa diusulkan ke pemerintah.

“Pos kamling ini penting untuk keamanan malam hari. Kalau tempatnya sudah ada, kita bisa dorong melalui kelurahan atau dinas terkait,” tambahnya.

Sementara terkait jalan lorong yang rusak, Nasir menjelaskan bahwa pengusulan perbaikannya kini menjadi kewenangan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

“Kami akan bantu dorong agar jalan lingkungan bisa masuk dalam program Disperkim. Jadi perlu diidentifikasi dulu mana lorong yang paling mendesak,” jelasnya.

Nasir menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat. Ia mengajak warga terus aktif melaporkan berbagai permasalahan di lingkungan mereka.

“Dari 50 anggota dewan, masing-masing punya wadah seperti ini untuk menampung aspirasi masyarakat. Jadi silakan sampaikan semua keluhan dan ide pembangunan. Kami di DPRD akan mengawalnya sampai tuntas,” tutupnya. (Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!