BALI – Sebanyak 156 mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Publik Unismuh Makassar mengunjungi Pulau Bali. Kegiatan yang berlangsung tanggal 21-25 Januari 2019. Rombongan mahasiswa didampingi 4 orang dosen.
Menurut dosen pembina mata kuliah Dr Abdul Mahsyar MSi didampingi Dr Hj Rulinawaty Kasmad MSi menjelaskan, tujuan benchmarking ini untuk melengkapi tugas mata kuliah dengan melakukan studi lapang mengenai penerapan kebijakan publik khususnya dibidang Kepariwisataan.
“Diketahui Bali merupakan destinasi pariwisata internasional sehingga sangat tepat bagi mahasiswa untuk lansung belajar pada tempat yang tepat,” Abdul Mahsyar.
Dijelaskan, studi lapang ini juga dimaksudkan supaya mahasiswa dapat mengetahui dan memahami keterkaitan antara teori-teori yang dipelajari di kelas dengan praktek yang ada di lapangan.
“Disamping mahasiswa diperkenalkan pada budaya baru yang berbeda dengan lingkungannya selama ini dan pergaulan internasional yang selama ini pengetahuan dan pengalaman mereka masih terbatas,” terangnya.
Pada studi banding ini mahasiswa mengunjungi Dinas Pariwisata Bali dan mendapatkan kuliah tamu dari Kadis Pariwisata Bali diwakili Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Ida Bagus Adi Laksana, SE, MSi.
Paparan yang dikemas dalam bentuk kuliah tamu ini menjelaskan tentang pengembangan dan pengelolaan Kepariwisataan di Bali yang mengedepankan kearifan lokal.
Mahasiswa juga sangat antusias bertanya pada saat sesi diskusi yang menarik ditanyakan adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat Bali mampu mempertahankan nilai budayanya yang religius dari gempuran pengaruh negatif globalisasi.
Pemerintah Provinsi Bali telah membuat berbagai kebijakan berupa Perda untuk menjaga nilai nilai budaya dan agama, keunggulan masyarakat Bali.
“Karena mereka memiliki lembaga adat berupa Bale Banjar yang masih dipertahankan dan berperan penuh, sehingga pengaruh negatif dari kunjungan turis mancanegara dapat diatasi,” papar Ida Bagus Adi Laksana.
Kegiatan mahasiswa lainnya adalah mengunjungi Universitas Pendidikan Nasional, kampus ini dipilih karena statusnya sebagai perguruan tinggi unggul yang sudah terakreditasi A.
Pada kesempatan ini dilaksanakan juga kerjasama akademik dalam bentuk Seminar Nasional hasil-hasil penelitian dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara FHUIS Undiknas dengan Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unismuh Makassar.
Dari pihak Undiknas dipaparkan Makalah Penguatan Pariwisata Bali Berbasis Kearifan Lokal.
Dipaparkan Prof Dr Nyoman Budiana Ketua Program S2 Ilmu Administrasi Publik Pascasarjana Undiknas yang juga merupakan salah satu pemangku adat di Bali. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.
Kegiatan lainnya, mahasiswa diperkenalkan juga pada tata kelola pemerintahan desa yang ada di Bali. Mereka mengunjungi Desa Panglipuran, desa ini berprestasi sebagai salah satu desa terbersih di Asia.
Tatakelola Desa di Bali memiliki keunikan dibandingkan dengan tatakelola desa lainnya di Indonesia.
Secara kelembagaan Desa/Kelurahan di Bali dikelola secara adat dan kedinasan namun tetap bersinergi dan tidak berbenturan kepentingan antara satu dengan yang lain.
“Inilah yang menjadi keunggulan masyarakat Bali, sehingga tatanan hukum adat istiadat terpelihara dan berwibawa yang mendukung tata pemerintahan kedinasan sebagaimana,” ucap Prof Nyoman Budiana. [maruf/c/shar)













