SIDRAP – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Najwa Nurul Lutfia, menggelar program pemberdayaan ekonomi bertajuk “Satu Mesin Jahit, Satu Usaha: Menjahit Keterampilan, Merajut Kemandirian” di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (4/8/2026).
Program ini menyasar ibu rumah tangga penerima bantuan mesin jahit dari pemerintah desa agar mampu mengembangkan keterampilan menjahit menjadi usaha rumahan yang produktif dan berkelanjutan.
Najwa menjelaskan, masih banyak ibu rumah tangga yang memiliki minat di bidang menjahit, namun belum mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan karena keterbatasan pengetahuan tentang kewirausahaan, pemasaran, hingga pengelolaan usaha.
Berbekal pengalaman menempuh pendidikan fashion di ESMOD Jakarta dan El La Mode Fashion School, selain sebagai mahasiswi Universitas Hasanuddin, Najwa membagikan pengetahuan mengenai pengembangan usaha berbasis keterampilan menjahit kepada para peserta sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Mengusung konsep “Satu Mesin Jahit, Satu Usaha”, program ini mendorong setiap peserta memanfaatkan mesin jahit yang telah dimiliki sebagai modal utama untuk membangun usaha mandiri. Dengan demikian, bantuan yang diberikan pemerintah desa tidak hanya menjadi aset, tetapi mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pendataan dan seleksi peserta untuk memastikan mereka memiliki komitmen menjalankan usaha. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan kewirausahaan yang membahas strategi menentukan harga jual, teknik pengemasan produk, hingga pencatatan keuangan sederhana agar usaha dapat dikelola secara profesional.

Tak hanya itu, peserta juga dibekali pelatihan pemasaran digital melalui pemanfaatan WhatsApp Business, Facebook, dan Instagram. Materi yang diberikan mencakup teknik promosi, penyusunan konten pemasaran, serta cara membangun komunikasi dengan pelanggan untuk memperluas pasar produk jahitan.
Selama pelaksanaan KKN, peserta mendapat pendampingan secara langsung mulai dari proses produksi, evaluasi kualitas hasil jahitan, hingga penyusunan strategi pemasaran. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan usaha yang dimiliki.
Program ditutup dengan evaluasi perkembangan usaha dan penyusunan rencana keberlanjutan agar peserta tetap mampu menjalankan serta mengembangkan usahanya setelah masa KKN berakhir. Melalui program ini, Mahasiswi KKN Tematik Unhas berharap lahir lebih banyak usaha jahit rumahan di Desa Allakuang yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.(Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip (Dosen FH Unhas)













