PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanDilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada IslamPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanDilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada Islam
Nasional

Tiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat Pekerjaan

7
×

Tiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
Mentan Amran
Mentan Andi Amran Sulaiman saat menyerahkan bantuan kepada keluarga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang gugur saat menjalankan tugas, Selasa (22/9/2026). (Foto:@FB Fitjen PKH Kementan RI)

JAKARTA — Kehilangan orang tua tak boleh memutus masa depan anak. Pesan itu ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menemui keluarga tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang gugur saat menjalankan tugas di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Tak hanya menyampaikan dukungan moril, Amran memastikan pendidikan anak-anak korban tetap berjalan. Kementan memberikan bantuan pendidikan Rp50 juta untuk setiap anak, dengan total dukungan mencapai Rp300 juta untuk masing-masing keluarga. Bantuan tersebut diserahkan sekaligus untuk disimpan sebagai tabungan pendidikan.

“Ini, Nak, disimpan nanti, tabungan untuk sekolah,” ujar Amran, dikutip dari laman Facebook Ditjen PKH Kementan RI.

Amran meminta keluarga memastikan bantuan itu digunakan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak korban. Ia berharap kehilangan orang tua tidak membuat mereka terpaksa mengubur cita-cita. “Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu pendidikannya tinggi dan doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas,” katanya.

Tak berhenti pada bantuan pendidikan, pemerintah juga membuka jalan bagi keluarga untuk kembali memiliki sumber penghasilan. Satu anggota dari masing-masing keluarga korban mendapat kesempatan bekerja di Perum Bulog, sebagai bagian dari dukungan ekonomi setelah kehilangan anggota keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung.

Bagi keluarga almarhumah Afrida Rapi, kesempatan tersebut datang di tengah kekhawatiran yang nyaris membuat anaknya menghentikan kuliah. Yohanis Tonglo, suami Afrida, mengungkapkan anak pertamanya sempat berniat bekerja agar bisa membantu membiayai adik-adiknya. “Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya,” tutur Yohanis.

Dukungan Kementan dan Bulog membuat kekhawatiran itu sedikit terjawab. Yohanis menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anaknya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dorongan besar bagi keluarga untuk tetap melanjutkan kehidupan sekaligus memastikan pendidikan anak tidak terhenti.

Hal serupa dirasakan keluarga almarhum Willy Mbuik. Minto Mbuik, kakak almarhum, mendapat kesempatan bekerja di Bulog. Ia menyebut bantuan tersebut tidak pernah dibayangkan sebelumnya. “Ini hal yang tidak kami cari, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi hari ini mungkin cara Tuhan untuk kami keluarga dapatkan,” katanya.

Istri almarhum dokter hewan Alfonsius Mehan, Tiur Hutagalung, juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Kementan. Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Johanis Hendri, mengapresiasi dukungan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga pegawai yang gugur dalam menjalankan tugas.

Amran menegaskan, bantuan pendidikan dan kesempatan kerja itu merupakan bentuk penghargaan kepada para pegawai yang telah mengabdikan diri bagi sektor pertanian dan masyarakat. “Jaga anak-anaknya. Bina anak-anaknya. Jaga dia supaya tamat sekolah,” pesan Amran. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com