MEDIASULSEL.com – Diskusi sekelompok mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) bersama beberapa mahasiswa dari Berbagai kampus di Makassar yang berlangsung di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Mesin dibubarkan paksa pihak Rektorat, Selasa (21/2/2017).
Diskusi bersama itu di selenggarakan Pengurus BEM Fakultas Teknik UIM dan beberapa mahasiswa dari Kampus lain untuk membahas persoalan pemecatan tiga Mahasiswa UIM (Bakrisal, Henry, dan Dzulhilal). Namun ditengah-tengah berjalannya diskusi tersebut, tiba-tiba pihak kampus Mendatangi mereka dan membubarkan secara paksa kegiatan tersebut tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.
Wakil Ketua BEM Fakultas Teknik UIM, Sabaruddin mengaku kecewa atas tindakan yang ia anggap bentuk Refresifitas kampus tersebut.
“Tindakan pembubaran ini sangat tidak masuk akal, tidak beralasan, dan membatasi hak kami untuk menjalankan aktivitas organisasi, ini jelas bentuk refresifitas kampus. Tidak ada alasan pembenaran atas tindakan pembubaran paksa kegiatan berdiskusi mahasiswa, hal itu jelas tidak manusiawi,” tutur Sabaruddin.
Sementara dikonfirmasi melalui telepon, Muhammad Firdaus selaku Ketua BEM Fakultas Teknik UIM yang saat ini sedang berada di Jakarta mendampingi Bakrisal, dan Henry, menyampaikan bahwa subuh tadi Rabu, 22 Februari 2017 Sekretariat Himpunan Mahasiswa Mesin telah dibongkar.
“Tadi subuh sekretnya anak-anak di Himpunan Mahasiswa mesin dibongkar dengan alasan merusak pemandangan, suatu hal yang sangat saya sayangkan karena walaupun hanya terbuat dari bambu dan sangat sederhana tapi sekret itu sangat produktivitas sebagai ruang diskusi teman-teman,” tutur Firdaus. (*/shar)


















