OPINI—Waktu berjalan begitu cepat, dan kini kita telah memasuki pekan kedua Desember 2024. Pergantian tahun di Indonesia bukan hanya menandakan peralihan kalender, tetapi sering kali menjadi momen terjadinya perubahan cuaca ekstrem, terutama di musim hujan.
Fenomena ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi—istilah untuk bencana yang disebabkan oleh kondisi atmosfer yang ekstrem seperti hujan deras, banjir, angin kencang, tanah longsor, hingga abrasi pantai.
Dalam konteks mitigasi bencana alam, penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi langkah strategis yang tidak bisa diabaikan, termasuk untuk menghadapi potensi risiko di jalan raya.
Ketika mendengar istilah K3, banyak yang mungkin mengaitkannya dengan lingkungan industri, seperti pabrik atau proyek konstruksi. Namun, sebenarnya prinsip K3 juga sangat relevan di jalan raya—tempat yang kita gunakan setiap hari dan penuh dengan risiko, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem dan lalu lintas padat.
Mengapa K3 Penting di Jalan Raya?
Jalan raya dapat diibaratkan sebagai “pabrik raksasa” yang selalu aktif. Di sini terdapat:
- “Pekerja”: pengendara dan pengguna jalan.
- “Mesin”: kendaraan bermotor.
- “Proses produksi”: perjalanan dari satu titik ke titik lainnya.
Seperti halnya di pabrik, kecelakaan di jalan raya dapat terjadi kapan saja jika aspek keselamatan tidak diprioritaskan. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan manajemen K3 sangat penting bagi semua pihak, baik pengendara, petugas jalan, pengguna transportasi umum, hingga masyarakat umum.
Risiko di Jalan Raya saat Cuaca Ekstrem
Musim hujan membawa berbagai risiko di jalan raya yang perlu diwaspadai, di antaranya:
- Jarak pandang terbatas: Hujan lebat dapat menghalangi pandangan, membuat pengemudi sulit mengenali rambu lalu lintas atau kendaraan lain.
- Kondisi jalan buruk: Jalan licin akibat genangan air atau lumpur meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
- Bencana alam: Banjir dan tanah longsor dapat memutus akses jalan, menyebabkan kendaraan mogok, serta mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kiat Menerapkan K3 di Jalan Raya
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan, berikut beberapa langkah penerapan K3 yang bisa dilakukan:
1. Persiapan Sebelum Berangkat
- Pantau prakiraan cuaca dari BMKG melalui media sosial atau aplikasi terkait.
- Periksa kondisi kendaraan, pastikan rem, ban, lampu, dan wiper berfungsi optimal.
- Bawa perlengkapan darurat seperti ban cadangan, senter, helm, dan jas hujan (untuk pengendara motor).
2. Patuhi Aturan Lalu Lintas
Jangan abaikan rambu peringatan, terutama di daerah rawan banjir atau longsor.
- Kurangi kecepatan saat jalan licin untuk menghindari slip atau tabrakan.
- Hindari area berisiko seperti di bawah pohon besar atau reklame yang tampak rapuh.
3. Peningkatan Kesadaran dan Edukasi
Sosialisasikan cara berkendara aman di musim hujan melalui media sosial, aplikasi transportasi, atau kampanye langsung.
Pengemudi kendaraan besar seperti truk dan bus perlu mendapatkan pelatihan tambahan untuk menghadapi kondisi ekstrem.
4. Optimalisasi Infrastruktur Jalan
Pastikan sistem drainase di sepanjang jalan berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan.
Perbaiki jalan berlubang dan pasang rambu peringatan di area rawan kecelakaan.
5. Koordinasi Antar Lembaga
Tingkatkan sinergi antara Dinas Perhubungan, kepolisian, BMKG, dan BPBD untuk memberikan informasi serta penanganan cepat terhadap risiko di jalan raya.
Manfaat Penerapan K3 di Jalan Raya
Dengan menerapkan prosedur K3 secara konsisten, kita dapat:
- Mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.
- Menekan kerugian ekonomi akibat gangguan transportasi, sehingga distribusi barang dan jasa tetap berjalan lancar.
- Meningkatkan kesadaran kolektif untuk saling peduli terhadap keselamatan bersama.
Keselamatan di jalan raya bukan hanya soal menaati aturan, tetapi juga wujud komitmen untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Seperti halnya tempat kerja, jalan raya adalah “ruang kerja bersama” yang memerlukan perhatian penuh terhadap kesehatan dan keselamatan penggunanya.
Menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di akhir tahun, penerapan prinsip K3 adalah langkah yang tidak boleh diabaikan. Ingat, perjalanan aman adalah tanggung jawab kita bersama. Salam tangguh, siap untuk selamat!. (*)
Penulis: Muh. Imran Tahir (Pengamat Meteorologi & Geofisika, BMKG Wilayah IV Makassar
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.














