MAROS—Hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut menyebabkan banjir melanda Markas Batalyon Infanteri 433/Julu Siri (Yonif 433/JS), Sabtu (21/12/2024). Kondisi ini diperparah dengan pohon tumbang yang menutup akses jalan menuju markas tersebut.
Air dari sungai kecil yang terletak di depan gerbang Yonif 433/JS meluap, menggenangi kawasan markas dan sejumlah rumah warga di Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Luapan air ini mengancam keselamatan warga yang melintas di jembatan depan gerbang asrama Kostrad, karena arus sungai yang deras.
Kondisi cuaca hingga Sabtu siang masih tidak menentu. Hujan deras disertai angin kencang sesekali melanda, membuat warga sekitar harus waspada terhadap potensi pohon tumbang yang dapat merusak rumah atau menghalangi jalan.
Sebelumnya, banjir serupa pernah terjadi pada 22 Januari 2019, yang menggenangi rumah dinas Komandan Yonif 433/JS dan menyebabkan akses jalan ke asrama terputus akibat genangan air setinggi pinggang orang dewasa.

Pohon Tumbang Hambat Akses Jalan
Selain banjir, Sabtu pagi (21/12/2024), akses jalan menuju Markas Yonif 433/JS tertutup total akibat pohon tumbang yang dipicu oleh angin kencang. Peristiwa ini membuat mobilitas warga dan personel TNI terganggu.
Tim gabungan dari BPBD Maros, Polres Maros, Polsek Bantimurung, Babinsa, dan aparat Desa Jenetaesa segera dikerahkan untuk mengevakuasi pohon tumbang. Setelah lebih dari dua jam berjibaku, jalan akhirnya dapat dibuka kembali, dan warga dapat melintas dengan aman. (*)



















