MEDIASULSEL.com,- Menyikapi putusan dari AFC Disciplinary Committee yang mendenda Indonesia pasca partai semifinal dan final Piala AFF lalu, PSSI menghimbau kepada rekan-rekan media untuk membantu mencegah penggunaan flare di Stadion selama laga friendly match antara Indonesia v Myanmar berlangsung.
Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin mengatakan bahwa dirinya sudah berbicara dengan Head of Disciplinary Committe AFC, James Kitiching terkait flare dalam pertemuan NDRC bulan lalu.
“Kita terancam sanksi lebih besar jika masalah flare ini tidak bisa kita selesaikan. Pecinta Timnas harus kita berikan edukasi, bahwa menyalakan flare berarti membiarkan Timnas terancam bermain tanpa penonton,” kata Hanif.
Berikut terlampir beberapa poin terkait flare:
1. AFC menjatuhkan denda yang sangat besar kepada Indonesia pasca partai semifinal dan final AFF 2016, sehingga PSSI harus mencicil pembayaran denda tersebut selama dua tahun.
2. Jika flare kembali ada di laga resmi Indonesia, kita terancam dihukum denda yang lebih besar lagi, lebih buruk – dihukum bermain tanpa penonton.
3. Menghimbau kepada rekan-rekan media untuk mensosialisasikan pencegahan flare di stadion kepada penonton.
4. Menghimbau rekan-rekan media khususnya para fotografer, (jika ada yang menyalakan flare) untuk mengambil foto oknum tersebut agar memberikan efek jera berupa sanksi sosial.
5. Panitia tentu akan berusaha meminimalisi hal ini dengan memperketat keamanan di laga friendly match antara Indonesia v Myanmar, namun kami sangat menghargai dukungan rekan-rekan media dan masyarakat kepada Timnas Indonesia (*/4ld)













