GOWA—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 113 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program inovatif bertajuk SAJA (Sistem Aquaponics untuk Jaga Lanna) di Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, menambah pendapatan masyarakat, serta memberdayakan warga lokal melalui sistem pertanian berkelanjutan berbasis aquaponics.
Kegiatan ini dimulai dengan pembuatan kerangka sistem aquaponics, pembenahan kolam ikan, hingga pembibitan tanaman cabai. Selain itu, mahasiswa KKN juga mengadakan sosialisasi yang dihadiri oleh warga setempat.
Ketua tim KKN Kelurahan Lanna, Nahda, menjelaskan konsep serta manfaat aquaponics kepada masyarakat. Setelah sesi teori, warga diajak langsung melihat sistem hidroponik dan kolam ikan sebagai praktik lapangan.
“Masyarakat kami latih untuk memahami cara merawat sistem aquaponics, mulai dari pemeliharaan ikan hingga pemantauan pertumbuhan tanaman. Dengan teknologi sederhana ini, harapannya masyarakat dapat mengadopsi sistem ini secara mandiri di rumah mereka,” ujar Nahda.
Sekitar 30 warga setempat antusias mengikuti pelatihan dasar-dasar aquaponics. Mahasiswa juga membagikan bahan dan peralatan yang dibutuhkan agar masyarakat dapat segera memulai sistem ini sendiri.
Puncak kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (13/2 2025), saat tim KKN secara simbolis menyerahkan produk sistem aquaponics kepada Lurah Lanna, Maskur M. S.IP., sebagai bentuk pengabdian mereka.
“Aquaponics merupakan sistem pertanian yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta menghemat penggunaan air,” tambah Nahda.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan lokal, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian berkelanjutan.
Partisipasi aktif warga menunjukkan bahwa inovasi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan keberhasilan program SAJA, diharapkan aquaponics dapat menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan pangan di daerah pedesaan. (Cj/Ag4ys)
Citizen Journalism: Ahmad Aufaasikki Sulkifli (Mahasiswa Ilmu Kelautan Unhas)


















