MAKASSAR—Mabes Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja.
Sebanyak 43 personel mengalami rotasi, termasuk pergantian Kapolda Sulsel, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda, serta beberapa Kapolres di wilayah tersebut.
Mutasi ini tertuang dalam beberapa Surat Telegram (ST) Kapolri yang diterbitkan pada 12 Maret 2025, mutasi ini diambil untuk memperkuat kelembagaan serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan perubahan ini, diharapkan muncul inovasi baru dalam pelayanan kepolisian di Sulawesi Selatan.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan, dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri dengan penugasan di Kementerian Kesehatan. Posisi Kapolda Sulsel kini diisi oleh Irjen Pol Rusdi Hartono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jambi.
Selain itu, beberapa Kapolres di jajaran Polda Sulsel juga mengalami pergantian. AKBP Erwin Syah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bone, kini diangkat sebagai Wadirlantas Polda Sulsel. Sementara AKBP Sugeng Setyo Budhi, yang sebelumnya bertugas di Polda Sulut, ditunjuk sebagai Kapolres Bone yang baru.
Mutasi juga menyentuh posisi strategis lainnya, seperti Kombes Pol Dr. Jamaluddin Farti, yang kini menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Kaltim, menggantikan Kombes Pol Setiadi Sulaksono, yang kini bertugas sebagai Dirreskrimum Polda Sulsel.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan pejabat lama maupun baru.
“Jangan mudah percaya jika ada pihak yang mengaku sebagai pejabat baru atau lama dan meminta sesuatu. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.
“Dengan adanya mutasi ini, Polri berharap roda organisasi dapat berjalan lebih dinamis dan adaptif terhadap tantangan di lapangan. Masyarakat pun diimbau untuk mendukung kinerja para pejabat yang baru dilantik agar pelayanan kepolisian semakin optimal,” harapnya. (*)

















