MEDIASULSEL.COM—Siapa sangka motor bebek lawas dari Honda yang dulunya wara-wiri di jalanan kini jadi incaran para kolektor? Yap, dua di antaranya adalah Honda Super Cub C700 dan C800—bebek klasik yang kini statusnya naik kelas jadi barang langka bernilai tinggi.
Keduanya mungkin tak sepopuler Astrea Grand atau Honda Supra, tapi bagi pecinta motor klasik, nama Super Cub C700 dan C800 punya tempat spesial di hati. Motor ini tidak hanya ikonik, tapi juga menjadi saksi evolusi sepeda motor Honda di Indonesia.
Super Cub C700 meluncur pertama kali pada 1980 dengan desain yang berbeda dari pendahulunya, C70. Desain batok lampu dan sein berbentuk mengotak membuat tampilannya terlihat lebih modern dan futuristis kala itu.
Sebagai informasi, angka di belakang nama motor ini menunjukkan kapasitas mesin. C700 berarti 70 cc, sementara C800 menggendong mesin 86 cc. Perbedaan mencolok lainnya, C700 menggunakan stiker bodi sebagai identitas, sedangkan C800 lebih elegan dengan emblem khas di bodinya.
Salah satu klaim yang membuat motor ini istimewa adalah efisiensi bahan bakarnya. Bayangkan, hanya dengan 1 liter bensin, motor ini bisa melaju sejauh 115 kilometer, asalkan dikendarai konstan di kecepatan 30 km/jam. Gila, kan?
Meski begitu, fitur teknisnya masih sederhana. Baik C700 maupun C800 dibekali transmisi 3 percepatan, sistem pengapian platina, dan rem tromol. Suspensinya pun masih mengandalkan as ayun—cocok untuk yang suka sensasi motor lawas sejati.
Keluarga C Series adalah leluhur motor bebek Honda. Semuanya bermula dari ide brilian Soichiro Honda dan Takeo Fujisawa, dua tokoh di balik raksasa otomotif ini, setelah mereka melakukan perjalanan ke Eropa. Mereka ingin membuat motor yang fungsional, irit, murah, dan gampang dirawat.
Hasilnya? Tahun 1958, lahirlah Honda Super Cub C100 di Jepang. Motor bermesin 50 cc 4-tak ini menjadi pionir motor bebek 4-tak di dunia.
Tiga tahun kemudian, C100 mendarat di Indonesia. Karena ukurannya mungil, masyarakat lokal memberi julukan akrab: “Unyil”. Setelah sukses besar, lahir generasi baru seperti C50 alias Pispot, C70 alias Pitung, dan C90.
Pada era 1980-an, Honda memperkenalkan C700 dan C800 sebagai bagian dari penyempurnaan C Series. Tapi setelah itu, era C Series pun ditutup. Honda memilih arah baru lewat lini Astrea yang tampil lebih modern dan sesuai dengan selera pasar saat itu.
Kini, Super Cub C700 dan C800 bukan cuma jadi motor nostalgia. Keberadaannya semakin langka dan diburu para kolektor. Jadi, kalau kamu nemu satu dalam kondisi mulus, jangan dilewatkan—karena kamu mungkin sedang melihat sepotong sejarah otomotif yang hidup! (Ag4ys)













