PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto MelambungPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto Melambung
Nasional

Menag Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an dan Buka Muktamar V Wahdah Islamiyah di Istiqlal

73
×

Menag Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an dan Buka Muktamar V Wahdah Islamiyah di Istiqlal

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, saat membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah sekaligus mengukuhkan 10.000 Guru Qur’an Indonesia di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Muh. Akbar)

JAKARTA — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, resmi membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah sekaligus mengukuhkan 10.000 Guru Qur’an Indonesia di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Tabligh Akbar Nasional yang dihadiri ribuan peserta. Dalam kesempatan itu, Menag Nasaruddin Umar mengukuhkan para Guru Qur’an sekaligus membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah yang mengusung tema “Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah.”

“Saya kukuhkan sekali lagi 10.000 guru ngaji. Selamat jalan, selamat berjuang dan sekaligus juga membuka Muktamar yang mengusung tema memantapkan persatuan dan kolaborasi menuju Indonesia berkah,” ujar Nasaruddin sebelum mengajak peserta bersama-sama membaca basmalah dan takbir.

Nasaruddin mengapresiasi langkah Wahdah Islamiyah yang melibatkan 10.000 guru Qur’an sebagai bagian dari upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an di Indonesia. Ia menilai, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri dan membutuhkan kolaborasi berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa baik kepada para guru 10.000 ini maupun juga kepada Wahdah Islamiyah. Insya Allah kita doakan semoga kalian berhasil. Kalau 10.000 orang ini membebaskan 10 orang, maka insya Allah dalam tempo tiga tahun Indonesia akan bebas daripada buta huruf Al-Qur’an,” katanya.

Ia menyebut persoalan buta huruf Al-Qur’an masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama membutuhkan dukungan ormas Islam dan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat penyelesaiannya.

“Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan masalah buta huruf Al-Qur’an sendiri. Di sinilah peran ormas Islam, termasuk yang paling konkret yaitu Wahdah Islamiyah yang menyumbangkan 10.000 guru Al-Qur’an untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di Indonesia,” tuturnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga memberikan apresiasi khusus kepada Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin. Menurutnya, perkembangan Wahdah Islamiyah menunjukkan gerakan organisasi tersebut telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

“Ustaz Zaitun Rasmin melakukan pergerakan yang sangat luar biasa, menggerakkan ormas Wahdah Islamiyah yang relatif baru, namun massanya sudah menjangkau seluruh Indonesia yang bisa kita lihat pada acara kita hari ini,” ungkapnya.

Nasaruddin berpesan agar para Guru Qur’an tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga berperan sebagai mursyid yang mampu membimbing murid secara utuh.

“Saudara sekalian para pejuang Islam, jadilah betul-betul sebagai guru, dalam kurung mursyid. Semoga kita tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga berharap para guru ini berhasil menembus batin-batin para muridnya,” harapnya.

Ia mengaku terharu menyaksikan pengukuhan 10.000 Guru Qur’an Indonesia yang disebutnya sebagai tonggak sejarah di Masjid Istiqlal. Momen tersebut, kata dia, semakin bermakna karena berlangsung beberapa hari setelah Indonesia memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menag bersama peserta Muktamar V WI
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, foto bersama peserta Muktamar V Wahdah Islamiyah dan 10.000 Guru Qur’an Indonesia yang baru dikukuhkan di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Muh. Akbar)

Menutup sambutannya, Nasaruddin mengajak para Guru Qur’an meneladani para sahabat Nabi Muhammad SAW yang rela meninggalkan tanah kelahiran untuk menyebarkan risalah Allah, mengajarkan Al-Qur’an dan berdakwah di tengah masyarakat.

Dalam pengukuhan tersebut, 10.000 Guru Qur’an Indonesia juga membacakan ikrar yang dipandu langsung Menteri Agama. Mereka berjanji menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan mengharap ridha Allah SWT, bersungguh-sungguh membimbing umat dalam membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an di seluruh pelosok Nusantara, serta menjaga persatuan, ukhuwah Islamiyah dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.

Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, sejumlah duta besar, serta para tokoh agama. Kegiatan juga diisi tausiyah Habib Nabiel Al-Musawa, Ustaz Fahmi Salim, Ustaz Muh. Subki Al-Bughury dan Ustaz Faris Baswedan.

Secara khusus, panitia menghadirkan Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir, Imam, Qari sekaligus juri Al-Qur’an internasional.(Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Muhammad Akbar (Humas Muktamar V Wahdah Islamiyah)

Polling Mediasulsel

Polling tidak tersedia saat ini.

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com