PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • BK DPRD Sulsel Dorong Disiplin Anggota Lewat Apresiasi, Bukan Sekadar Sanksi • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Bone, Pangkalan Diduga Langgar Mekanisme Penyaluran • 67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • BK DPRD Sulsel Dorong Disiplin Anggota Lewat Apresiasi, Bukan Sekadar Sanksi • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Bone, Pangkalan Diduga Langgar Mekanisme Penyaluran • 67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel •
Jeneponto

67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding

14
×

67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding

Sebarkan artikel ini
ToT PGRI Jeneponto
Sekretaris Disdikbud Kabupaten Jeneponto, Basri (tengah), mewakili Kepala Dinas, dalam pembukaan TOT yang digelar PGRI Kabupaten Jeneponto bekerja sama dengan Disdikbud Kabupaten Jeneponto, di Aula Disdikbud Kabupaten Jeneponto, Selasa (6/10/2026). (Foto: Kahar Sese)

JENEPONTO — Sebanyak 67 guru dari 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto disiapkan menjadi penggerak program nasional 1 Juta Guru Mahir Koding. Mereka mengikuti Training of Trainer (TOT) yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto.

Pelatihan tersebut resmi dibuka di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Selasa (6/10/2026). Pembukaan dilakukan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Basri, mewakili Kepala Dinas.

Peserta TOT merupakan perwakilan guru dari 11 kecamatan dengan jenjang pendidikan yang beragam, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Mereka nantinya tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga ditugaskan menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada guru lainnya di gugus dan kecamatan masing-masing.

Basri mengatakan kemampuan guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi diabaikan. Terlebih, anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

“Anak-anak kita sudah hidup di era AI. Jangan sampai guru kita gagap teknologi,” kata Basri.

Menurutnya, program 1 Juta Guru Mahir Koding bukan semata-mata mengajarkan penggunaan komputer. Lebih dari itu, guru didorong memahami cara berpikir logis, sistematis, dan kreatif yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran koding.

Ia berharap 67 guru peserta TOT dapat menjadi awal dari perubahan digital di dunia pendidikan Kabupaten Jeneponto.

Ketua PGRI Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin, menegaskan organisasi yang dipimpinnya berkomitmen mengawal pelaksanaan program tersebut. Para peserta diharapkan menjadi kader yang mampu memperluas manfaat pelatihan kepada guru lainnya.

“67 guru perwakilan ini adalah kader terbaik. Tugas mereka setelah ini adalah menularkan ilmunya ke ribuan guru lainnya di Jeneponto,” ujar Zaidil Amin.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan guru. Dalam jangka panjang, penguasaan koding di lingkungan pendidikan diharapkan ikut mendorong lahirnya generasi Jeneponto yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat menciptakan teknologi. (5353)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com