MAKASSAR—Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kota Makassar, akan diwarnai gelombang aksi unjuk rasa dari berbagai elemen mahasiswa dan organisasi.
Berdasarkan informasi dari Sat Intelkam Polrestabes Makassar, sebanyak 34 titik aksi direncanakan berlangsung hari ini, Jumat (2/5/2025), dengan melibatkan ribuan peserta.
Aksi unjuk rasa dimulai sejak pagi hari. Sekitar pukul 09.00 Wita, massa dari Persatuan Rakyat Makassar (PRAM) sudah menggelar aksi di Fly Over Urip Sumoharjo. Mereka berasal dari berbagai organisasi dan kampus seperti UNHAS, WALHI, UINAM, dan PMKRI, menyuarakan isu-isu pendidikan dan lingkungan.
Sekitar pukul 10.00 Wita, giliran Aliansi Mahasiswa Unhas menggelar aksi di depan kampus mereka di Jl. Perintis Kemerdekaan dan depan Kantor DPRD Sulsel. Aksi serupa juga dilakukan Pandawa Pattingalloang di Kantor Bank Sulselbar dan Kejati Sulsel, menyoroti dugaan korupsi di bank milik pemerintah daerah tersebut.
Pukul 13.00 Wita menjadi waktu puncak mobilisasi massa. Sejumlah aliansi mahasiswa dari kampus UMI, UIN Alauddin, Unismuh, UNM, UIM, hingga STIE Wira Bhakti, turun ke jalan secara bersamaan di berbagai titik strategis. Mayoritas aksi memperingati Hardiknas, menuntut pembenahan sistem pendidikan nasional, transparansi anggaran, hingga penolakan komersialisasi pendidikan.
Tercatat, Aliansi BEM Unibos Makassar menjadi kelompok dengan jumlah massa terbesar, sekitar 150 orang, menggelar aksi di depan Kampus Unibos dan Kantor DPRD Sulsel. Tak kalah besar, aksi dari Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar melibatkan sekitar 300 orang di depan kampus mereka dan menyuarakan reformasi pendidikan.
Namun tidak semua aksi bertema pendidikan. Beberapa kelompok seperti Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur), Garda Aktivis Mahasiswa Indonesia, hingga Koalisi Parlemen Jalanan, mengangkat isu korupsi dan pelanggaran hukum, seperti dugaan penyelewengan BBM subsidi, proyek bermasalah di Jeneponto, dan praktik pungli di sektor ekspor.
Menjelang sore, aksi berlanjut di beberapa titik seperti Kantor DPRD Kota Makassar, SPBU Daya, dan lampu merah di Tamalanrea. Tercatat pula aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), PMII, dan organisasi lainnya yang menutup rangkaian unjuk rasa hingga petang hari.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik konsentrasi massa demi kelancaran aktivitas publik. “Kami telah menyiagakan personel untuk mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, para mahasiswa berharap suara mereka menjadi perhatian pemerintah, khususnya dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata. (Ag4ys)








![Tri Lamappaenre Siap Kawal 5 Misi APSI, Satpam Indonesia Didorong Naik Kelas 11 Ketua DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Sulawesi Selatan, Muh. Tri Lamappaenre, bersama Penasehat APSI , Komjen Pol [P] Ahwil Lutan,SH MH & Dirbinpotmas Baharkam Polri Brigjen Pol Rudi S, SIK,MH bersama sejumlah Pengurus DPD APSI lainnya, dalam Rakernas APSI di Semarang.](https://www.mediasulsel.com/wp-content/uploads/2026/11/Triyono-180x130.webp)




