PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaBangunan Diduga Langgar GSB, Distaru Tegaskan Ada PelanggaranDari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaBangunan Diduga Langgar GSB, Distaru Tegaskan Ada PelanggaranDari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar China
Sumut

Terkait Penyerangan Terhadap Kapolres Belawan di Tol Belmera, MUI Medan Labuhan Minta Polisi Tidak Disudutkan

1308
×

Terkait Penyerangan Terhadap Kapolres Belawan di Tol Belmera, MUI Medan Labuhan Minta Polisi Tidak Disudutkan

Sebarkan artikel ini
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, S.I.K., M.H
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, S.I.K., M.H

MEDAN—Aksi penyerangan brutal terhadap Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, S.I.K., M.H., oleh sekelompok pemuda di ruas Tol Belmera, Sabtu, 3 Mei 2025 dini hari, mengundang keprihatinan luas. Ketua MUI Kecamatan Medan Labuhan, Haji Ahmad Faruni, angkat bicara dan mengecam keras tindakan kriminal tersebut.

“Tindakan kejahatan seperti ini tidak boleh dibiarkan, harus dilawan. Aparat kepolisian yang menjalankan tugas dengan benar justru harus kita dukung, bukan malah disudutkan,” tegas Faruni dalam keterangannya, yang diterima Mediasulsel.com Selasa (6/5/2025).

Ia menilai aksi menghadang kendaraan di jalan tol bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tapi sudah masuk kategori kriminal yang mengancam keselamatan nyawa orang lain.

Faruni juga menyoroti maraknya kejahatan jalanan seperti tawuran, begal, dan peredaran narkoba yang semakin meresahkan masyarakat. Menurutnya, banyak warga kini merasa takut menjalani aktivitas harian karena potensi menjadi korban kejahatan.

“Masyarakat ingin hidup tenang. Tapi sekarang, mau kerja pun takut. Mau keluar rumah gelisah. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami dari MUI memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Oloan yang berani bertindak demi ketertiban,” ucapnya.

MUI menilai langkah Kapolres sudah sesuai prosedur dan patut dijadikan teladan. Faruni menegaskan bahwa dalam penegakan hukum, ada kalanya diperlukan tindakan tegas untuk menimbulkan efek jera.

“Soal tembakan terhadap pelaku yang menyerang Kapolres, selama itu dilakukan secara terukur dan sah secara hukum, maka itu sah. Kadang, kejahatan tidak bisa dilawan hanya dengan teguran,” jelasnya.

Ia juga menyayangkan munculnya narasi yang justru menyudutkan aparat kepolisian. “Kalau polisi sudah bertindak sesuai aturan kok malah disalahkan? Narasi seperti itu bisa melemahkan aparat. Kalau dibiarkan, kejahatan makin berani,” katanya.

Faruni mengingatkan pimpinan Polri, baik di tingkat daerah maupun pusat, agar menilai tindakan anggota di lapangan secara proporsional dan berdasarkan fakta hukum, bukan tekanan opini publik.

“Kalau anggota seperti Kapolres Oloan malah dilemahkan atau dihukum padahal sudah bertindak benar, masyarakat yang akan rugi. Aparat yang tegas dan berani harus diberi penghargaan, bukan ditarik mundur,” tegasnya.

Ia menutup dengan pesan religius: “Dalam agama, kita diajarkan untuk saling menolong dalam kebaikan dan kebenaran, bukan dalam kebatilan. Selama polisi bertindak atas nama hukum dan kebenaran, kita wajib mendukung. Jangan biarkan opini menyesatkan melemahkan penegakan hukum.” (Cr/Ag4ys)

 

Citizen Reporter : Rizky Zulianda

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com