MEDAN—Aksi penyerangan brutal terhadap Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, S.I.K., M.H., oleh sekelompok pemuda di ruas Tol Belmera, Sabtu, 3 Mei 2025 dini hari, mengundang keprihatinan luas. Ketua MUI Kecamatan Medan Labuhan, Haji Ahmad Faruni, angkat bicara dan mengecam keras tindakan kriminal tersebut.
āTindakan kejahatan seperti ini tidak boleh dibiarkan, harus dilawan. Aparat kepolisian yang menjalankan tugas dengan benar justru harus kita dukung, bukan malah disudutkan,ā tegas Faruni dalam keterangannya, yang diterima Mediasulsel.com Selasa (6/5/2025).
Ia menilai aksi menghadang kendaraan di jalan tol bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tapi sudah masuk kategori kriminal yang mengancam keselamatan nyawa orang lain.
Faruni juga menyoroti maraknya kejahatan jalanan seperti tawuran, begal, dan peredaran narkoba yang semakin meresahkan masyarakat. Menurutnya, banyak warga kini merasa takut menjalani aktivitas harian karena potensi menjadi korban kejahatan.
āMasyarakat ingin hidup tenang. Tapi sekarang, mau kerja pun takut. Mau keluar rumah gelisah. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami dari MUI memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Oloan yang berani bertindak demi ketertiban,ā ucapnya.
MUI menilai langkah Kapolres sudah sesuai prosedur dan patut dijadikan teladan. Faruni menegaskan bahwa dalam penegakan hukum, ada kalanya diperlukan tindakan tegas untuk menimbulkan efek jera.
āSoal tembakan terhadap pelaku yang menyerang Kapolres, selama itu dilakukan secara terukur dan sah secara hukum, maka itu sah. Kadang, kejahatan tidak bisa dilawan hanya dengan teguran,ā jelasnya.
Ia juga menyayangkan munculnya narasi yang justru menyudutkan aparat kepolisian. āKalau polisi sudah bertindak sesuai aturan kok malah disalahkan? Narasi seperti itu bisa melemahkan aparat. Kalau dibiarkan, kejahatan makin berani,ā katanya.
Faruni mengingatkan pimpinan Polri, baik di tingkat daerah maupun pusat, agar menilai tindakan anggota di lapangan secara proporsional dan berdasarkan fakta hukum, bukan tekanan opini publik.
āKalau anggota seperti Kapolres Oloan malah dilemahkan atau dihukum padahal sudah bertindak benar, masyarakat yang akan rugi. Aparat yang tegas dan berani harus diberi penghargaan, bukan ditarik mundur,ā tegasnya.
Ia menutup dengan pesan religius: āDalam agama, kita diajarkan untuk saling menolong dalam kebaikan dan kebenaran, bukan dalam kebatilan. Selama polisi bertindak atas nama hukum dan kebenaran, kita wajib mendukung. Jangan biarkan opini menyesatkan melemahkan penegakan hukum.ā (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter : Rizky Zulianda

















