JAKARTA—Menteri Agama Republik Indonesia meresmikan Pusat Bahasa Istiqlal (Istiqlal Language Center/ILC) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/9/2025). Peresmian ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, akademisi, hingga pakar bahasa dari berbagai universitas.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya bahasa dalam peradaban Islam. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw menjadikan tahanan perang yang menguasai bahasa sebagai guru, serta bagaimana kejayaan Baghdad ditopang oleh peran bahasa.
“Saya berharap ILC menjadi mercusuar keilmuan dan peradaban global, sekaligus menginspirasi masjid-masjid lain di Indonesia,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara itu, Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Arskal Salim GP, M.Ag, Counsellor Kedubes RRC Mr. Ma Gang, Kepala Bidang Diklat BPMI Dr. Mulawarman Hannase, MA.Hum, Direktur PKUMI Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A, Ketua Umum PK-Tren Prof. Dr. Amany Burhanuddin Umar Lubis, serta sejumlah tokoh pendidikan lainnya.
Prof. Arskal Salim dalam kesempatan tersebut menegaskan, bahasa adalah kunci kesuksesan. “Dengan bahasa, kita mampu menjelajahi dunia dan menyerap ilmu dari berbagai peradaban,” katanya.
Senada, Dr. Mulawarman Hannase menyebutkan bahwa ILC hadir untuk memberi kontribusi nyata bagi umat. Sementara itu, Prof. Ahmad Thib Raya menambahkan, penguasaan bahasa membuka banyak peluang, termasuk dalam dunia kerja.
Kegiatan peluncuran ini juga diikuti akademisi, mahasiswa, hingga calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke berbagai negara seperti Amerika, Mesir, dan Maroko.
Dengan hadirnya Pusat Bahasa Istiqlal, Masjid Istiqlal diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban dengan orientasi global. (Cr/Ag4ys)
Reporter : Muh. Aras Prabowo


















