MAKASSAR—Di Sulawesi Selatan, ada dua gunung ini hampir selalu masuk daftar perbandingan para pendaki: Gunung Bawakaraeng dan Gunung Bulusaraung. Keduanya sama-sama populer, tetapi menghadirkan pengalaman pendakian yang kontras, dari medan berat yang menguji hingga jalur yang lebih bersahabat dengan panorama terbuka.
Bawakaraeng dikenal dengan karakter jalur yang keras. Gunung setinggi sekitar 2.830 meter di atas permukaan laut ini memiliki tanjakan curam, lintasan panjang, dan medan yang menguras tenaga.
Cuaca yang cepat berubah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan. Kabut tebal dan hujan bisa datang dalam waktu singkat, menuntut kesiapan fisik, mental, dan logistik yang matang. Bagi pendaki berpengalaman, kondisi tersebut justru menjadi daya tarik utama.
Lembah Ramma menjadi ikon yang melekat pada Bawakaraeng. Hamparan luas ini kerap dijadikan lokasi bermalam, menawarkan lanskap terbuka, udara dingin, dan pemandangan matahari terbit.
Di titik ini, pendakian sering dimaknai bukan semata soal puncak, melainkan proses panjang yang ditempuh sejak langkah pertama.
Berbeda dengan itu, Bulusaraung tampil dengan karakter yang lebih ramah. Meski ketinggiannya sekitar 1.353 mdpl, gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung–Bulusaraung ini menyimpan pesona khas.
Jalur pendakian relatif lebih pendek dan tertata, sehingga dapat ditempuh pendaki pemula hingga menengah. Sepanjang perjalanan, bentang alam karst, tebing kapur, dan pandangan ke arah dataran rendah serta laut menjadi suguhan utama.
Bulusaraung kerap dipilih sebagai gunung pengenalan. Medannya memungkinkan pendaki menikmati perjalanan tanpa tekanan fisik berlebihan. Dari sejumlah titik pandang, lanskap karst Sulawesi Selatan terlihat jelas, menghadirkan pengalaman visual yang berbeda dari gunung-gunung dengan karakter ekstrem.
Perbedaan tersebut membuat keduanya memiliki segmentasi pendaki yang berbeda. Bawakaraeng identik dengan pendakian panjang dan tantangan fisik, sementara Bulusaraung menawarkan perjalanan yang lebih santai dengan kekayaan panorama alam.
Pilihan antara Bawakaraeng dan Bulusaraung bergantung pada tujuan dan kesiapan pendaki. Dua gunung ini menunjukkan dua wajah pendakian Sulawesi Selatan: satu keras dan menuntut, satu ramah dan memikat, keduanya sama-sama memberi pengalaman yang berkesan. (*)













