TAKALAR—Desa Kalebentang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, menjadi contoh desa dengan tingkat kesadaran swadaya masyarakat yang tinggi meskipun kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) masih tergolong rendah.
Desa yang memiliki sejarah pemekaran dari Desa Bentang ini memiliki penduduk kurang dari 2.000 jiwa, dengan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani.
Desa Kalebentang terbentang sepanjang 2 kilometer dan kaya akan potensi Sumber Daya Alam (SDA), terutama lahan pertanian dan perkebunan.
Namun, Kepala Desa Kalebentang, Muhammad Nur Salam, SE, yang sudah tiga tahun memimpin, mengakui tantangan besar yang dihadapinya adalah meningkatkan kapasitas SDM warga agar dapat memanfaatkan SDA untuk kesejahteraan mereka.
Dalam perbincangan dengan wartawan pada Kamis (19/10), Nur Salam menyebut penduduknya memiliki pemahaman politik yang tinggi meskipun pengetahuan formal masih terbatas.
Hal ini kerap menimbulkan gesekan di antara warga selama proses politik, namun ia berupaya menciptakan keadilan dalam distribusi bantuan pemerintah, terutama alat pertanian.
“Saya tidak membeda-bedakan siapa pendukung siapa. Bantuan pertanian saya bagikan sesuai kebutuhan yang disetujui kepala dusun,” jelasnya.
Terlepas dari tantangan yang dihadapi, semangat gotong royong masyarakat Kalebentang tetap menjadi kebanggaan.
Dalam waktu singkat, desa ini telah membangun tiga masjid megah yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat.
Semangat ini menunjukkan potensi besar dalam pembangunan berbasis komunitas.
Nur Salam juga memanfaatkan kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk meningkatkan wawasan warga. .
Para mahasiswa didorong untuk berbagi ilmu sesuai kebutuhan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Bahkan, sanggar tani di desa digunakan sebagai pusat diskusi dan pembelajaran bagi penduduk.
Dalam visi kepemimpinannya, Nur Salam menekankan pentingnya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi menuju kesejahteraan.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan informal, seperti pelatihan dan diskusi kelompok, dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan pendidikan formal di desanya..
“Insyaallah, kami akan terus berikhtiar untuk menyejahterakan penduduk, dimulai dengan peningkatan SDM,” ujarnya optimis.
Dengan potensi SDA yang besar dan semangat swadaya yang tinggi, Desa Kalebentang terus menunjukkan bahwa meski dengan keterbatasan, pembangunan yang inklusif dan kolaboratif tetap dapat tercapai. (*)

















