MAKASSAR—Kepedulian terhadap isu lingkungan diwujudkan wartawan senior Sulawesi Selatan, Andi Pasamangi Wawo, melalui karya seni berupa syair lagu berjudul Musuh dalam Selimut. Lagu tersebut mengangkat kritik terhadap praktik pembalakan liar yang dinilai menjadi salah satu penyebab bencana banjir bandang di sejumlah daerah, termasuk di Sumatera.
Andi Pasamangi Wawo yang kini menjabat Ketua Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel menulis syair lagu tersebut secara spontan, terinspirasi dari keprihatinannya atas dampak kerusakan hutan yang memicu bencana alam. Syair itu sempat beredar luas di media sosial setelah diunggah ke akun pribadinya pada akhir November lalu.
Syair Musuh dalam Selimut kemudian digarap menjadi karya musik dengan aransemen oleh Ambang Ardi Yunisworo, atau yang dikenal dengan nama Ambang Ghembonk. Ambang merupakan wartawan sekaligus owner mediasulsel.com. Lagu tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi.
Kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di Sanggar Seni Pendopo Aspirasi miliknya, Senin malam (23/12/2025), Andi Pasamangi Wawo mengungkapkan bahwa syair tersebut lahir dari kegelisahan batin melihat penderitaan masyarakat akibat banjir bandang.
“Saya sangat sedih dan tersentuh melihat betapa besar dampak yang ditimbulkan oleh pembalakan hutan. Bencana itu bukan sekadar peristiwa alam, tetapi akibat ulah manusia,” ujarnya.
Ia menuturkan, kebiasaan menulis puisi dan sajak secara spontan kerap dilakukannya ketika menemukan objek yang menyentuh nurani. Dalam waktu sekitar 15 menit, syair Musuh dalam Selimut pun rampung dan langsung dipublikasikan melalui media sosial.
Sebagai sosok organisatoris yang konsisten menyuarakan isu sosial, Andi Pasamangi Wawo berharap lagu tersebut dapat menggugah kesadaran publik dan pemangku kepentingan untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Alam adalah pelengkap kehidupan yang diciptakan untuk kebutuhan semua makhluk, termasuk manusia. Jika alam dirusak, maka manusia sendiri yang akan merasakan akibatnya,” tegasnya.
Selain dikenal sebagai wartawan senior, Andi Pasamangi Wawo juga aktif di dunia seni dan mampu memainkan sejumlah alat musik. Melalui karya Musuh dalam Selimut, ia berupaya menyampaikan pesan moral bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama demi masa depan yang berkelanjutan. (Dw/Ag4ys)













