PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Polemik Desil: Antara Naiknya Kesejahteraan atau KemiskinanKM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiKemarau Bergilir Padam, Antre Elpiji dan BBMAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliDesil: Ketidakadilan antara Standar Kemiskinan, Data, dan RealitaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Polemik Desil: Antara Naiknya Kesejahteraan atau KemiskinanKM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Orang DievakuasiKemarau Bergilir Padam, Antre Elpiji dan BBMAntrean BBM Mengular, Appi Siapkan Ganjil-Genap hingga SPBU 24 Jam di MakassarGojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliDesil: Ketidakadilan antara Standar Kemiskinan, Data, dan Realita
Opini

Kemarau Bergilir Padam, Antre Elpiji dan BBM

3
×

Kemarau Bergilir Padam, Antre Elpiji dan BBM

Sebarkan artikel ini
Kemarau Bergilir Padam, Antre Elpiji dan BBM
Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU menjadi gambaran peliknya persoalan BBM di Sulawesi Selatan. Di tengah kemarau, pemadaman listrik, dan terganggunya pasokan air bersih, masyarakat kembali dihadapkan pada antrean BBM dan elpiji.

OPINI—Belum usai derita tanaman di halaman rumah saya. Banyak yang mati kekeringan karena cuaca panas dan air bersih PDAM sudah beberapa hari tidak mengalir.

Belum lagi pemadaman listrik bergilir. Eh, datang lagi cobaan berikut ini.

Ceritanya, Jumat kemarin saya bersama keluarga ke Kota Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Rencananya, janjian dengan teman lama, sekalian ‘reuni’ sambil Jumatan bersama di sana.

Namun, komitmen waktu bergeser jauh akibat banyak kemacetan. Penyebabnya, mobil yang mayoritas truk mengantre di dua sisi jalan pada setiap SPBU yang dilalui.

Untung mobil saya sejak dulu selalu terbiasa diisi sebelum jarum BBM di spidometer menunjuk setengah.

Bayangkan, saya yang tidak ikut mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) pun harus menempuh perjalanan tiga jam. Padahal, jaraknya hanya sekitar 60 kilometer.

Bagaimana nasib para sopir ekspedisi yang katanya sudah berjam-jam mengantre? Bahkan, ada yang terpaksa bermalam.

Balik agak sore, setelah melahap habis ikan bakar dan sop saudara, saya memilih lewat Moncongloe, Kabupaten Maros, memotong ke Kecamatan Manggala, Kota Makassar, untuk menghindari kemacetan.

Namun, ternyata macetnya lebih parah di SPBU dekat kawasan militer Kariango, sebelum pertigaan Kostrad Kodam XIV/Hasanuddin.

Waktunya nyaris tiga jam juga.

PERTAMINI

“Mungkin ada permainan dengan ribuan ‘Pertamini’ yang tidak berizin dan bisa menjual di mana saja, sekalipun bahaya bisa timbulkan kebakaran,” celoteh seorang sopir yang sempat saya monitor ketika berbincang dengan teman antreannya di tepi jalan, dekat kendaraannya yang sedang parkir.

“Boleh jadi. Pertanyaannya, para penjual BBM subsidi khususnya Pertalite ini beli di mana kalau bukan di SPBU?” sambung sopir lainnya.

Ia kemudian menambahkan dengan nada tanya, “Itu kan BBM untuk subsidi. Mengapa Pertamini bisa beli banyak setiap hari tanpa barkot?”

Sayangnya, mobil saya harus bergerak perlahan meninggalkan mereka yang sedang berasumsi.

 

GANJIL GENAP

Hari ini, Sabtu (13/9), Gubernur Sulsel A. Sudirman Sulaiman membuat kebijakan sebagai salah satu solusi darurat.

Semoga aturan ‘ganjil-genap’ sesuai tanggal dan nomor polisi ini bisa menormalkan situasi seperti sediakala.

Tentu sangat berharap, para pe’main’ kejahatan BBM dan gas elpiji yang membuat masyarakat resah dan panik bisa dibekuk.

Apalagi, ada ‘petunjuk’ untuk mengendus info ‘pulbaket’ dengan adanya beberapa SPBU yang telah mendapat sanksi dari Pertamina.

Mari kita tunggu bersama. Bukankah di balik kesusahan ada kemudahan? (*)

Kemarau Bergilir Padam, Antre Elpiji dan BBM
Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU menjadi gambaran peliknya persoalan BBM di Sulawesi Selatan. Di tengah kemarau, pemadaman listrik, dan terganggunya pasokan air bersih, masyarakat kembali dihadapkan pada antrean BBM dan elpiji.

Penulis:
Andi Pasamangi Wawo
(Pengarah Redaksi Mediasulsel.com)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com