MAKASSAR – Cuaca Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan cukup kontras. Sejumlah daerah bakal menghadapi suhu panas hingga 35 derajat Celsius, sementara kawasan pegunungan justru berpotensi mengalami udara kabur hingga kabut/asap dengan suhu yang jauh lebih rendah.
Berdasarkan prakiraan BMKG Wilayah IV Makassar sebagaimana dikutip dari bmkg.go.id, untuk Rabu, 23 September hingga Kamis, 1 Oktober 2026, kondisi cuaca di Sulsel didominasi berawan, cerah berawan dan cerah. Namun, beberapa wilayah juga diprakirakan mengalami udara kabur, kabut/asap hingga hujan ringan.
Suhu tertinggi diprakirakan mencapai 35 derajat Celsius di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Selasa, 29 September 2026. Pada hari tersebut, Sidrap diprakirakan cerah dengan suhu 26–35 derajat Celsius dan kelembapan 39–86 persen.
Suhu tinggi juga mewarnai sejumlah daerah lainnya. Takalar diprakirakan mencapai 34 derajat Celsius pada Rabu, 23 September, kemudian tetap berada pada kisaran tinggi hingga periode berikutnya. Soppeng juga berpotensi mencapai 34 derajat Celsius pada beberapa hari, sementara Pinrang dan Kota Parepare diprakirakan mencapai 34 derajat Celsius.
Di Kota Makassar, Rabu, 23 September, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu 25–32 derajat Celsius. Kondisi berubah cerah pada Jumat, 25 September dan Sabtu, 26 September. Cuaca kembali berawan pada Minggu, 27 September, lalu cerah pada Senin, 28 September hingga Selasa, 29 September, sebelum kembali berawan pada Kamis, 1 Oktober.
Kondisi relatif cerah juga diprakirakan terjadi di wilayah selatan. Jeneponto pada Rabu, 23 September diprakirakan berawan dengan suhu 24–33 derajat Celsius. Cuaca kemudian beralih cerah berawan pada Jumat dan Sabtu, sebelum cerah pada Senin dan Selasa.
Sementara Bulukumba mengawali periode Rabu, 23 September dengan cuaca berawan dan suhu 24–31 derajat Celsius. Kondisi berangsur cerah berawan hingga cerah pada hari-hari berikutnya, dengan suhu maksimum mencapai 32 derajat Celsius pada Selasa, 29 September.
Di wilayah tengah dan utara, Maros diprakirakan mencapai 33 derajat Celsius, sedangkan Barru hingga 33 derajat Celsius. Wajo berada pada kisaran maksimum 33 derajat Celsius. Pangkep relatif lebih rendah dengan suhu sekitar 26–30 derajat Celsius.
Pegunungan Berbeda Cerita
Di tengah dominasi suhu panas di dataran rendah, kawasan pegunungan Sulsel justru menghadapi kondisi yang berbeda.
Enrekang pada Rabu, 23 September diprakirakan berawan dengan suhu 18–26 derajat Celsius. Kondisi berubah cerah berawan pada Jumat, 25 September dan cerah pada Sabtu, 26 September. Namun, udara kabur muncul pada Minggu dan Senin, 27–28 September, dengan suhu sekitar 19–26 derajat Celsius.
Kondisi lebih mencolok terjadi di Tana Toraja. Pada Rabu dan Kamis, 23–24 September, wilayah ini diprakirakan berawan dengan suhu 18–30 derajat Celsius. Udara kabur mulai muncul Jumat, 25 September, kemudian berlanjut pada Sabtu, 26 September.
Pada Minggu, 27 September, BMKG memprakirakan Tana Toraja mengalami kabut/asap dengan suhu 19–25 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 99 persen.
Kondisi udara kabur kembali diprakirakan terjadi pada Senin, 28 September, sebelum cuaca cerah pada Selasa, 29 September. Namun, udara kabur kembali muncul pada Kamis, 1 Oktober dengan suhu 16–23 derajat Celsius.
Toraja Utara juga menghadapi kondisi serupa. Suhu wilayah ini relatif rendah, berada pada kisaran 15–26 derajat Celsius. Kabut/asap diprakirakan muncul pada Minggu, 27 September, sedangkan udara kabur berpotensi terjadi pada Senin dan Rabu, 28–30 September.
Luwu Utara Berpotensi Hujan Ringan
Sementara itu, Luwu Utara menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian. Pada Rabu, 23 September, BMKG memprakirakan hujan ringan dengan suhu 16–21 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 99 persen.
Kondisi berubah berawan pada Kamis, 24 September. Namun, mulai Jumat hingga Senin, 25–28 September, wilayah ini beberapa kali diprakirakan mengalami kabut/asap dengan suhu sekitar 15–22 derajat Celsius.
Pada Selasa, 29 September, cuaca diprakirakan cerah dengan suhu 15–23 derajat Celsius. Kabut/asap kembali berpotensi muncul Rabu, 30 September, sebelum kondisi udara menjadi kabur pada Kamis, 1 Oktober dengan suhu 14–20 derajat Celsius.
Adapun Luwu Timur cenderung lebih stabil dengan cuaca berawan hingga cerah berawan dan suhu 21–32 derajat Celsius. Kota Palopo juga diprakirakan berawan pada awal periode, kemudian beralih cerah hingga cerah berawan dengan suhu maksimum sekitar 30 derajat Celsius.
Secara keseluruhan, prakiraan BMKG untuk 23 September–1 Oktober 2026 memperlihatkan dua wajah cuaca Sulsel. Dataran rendah berpotensi menghadapi suhu tinggi hingga 35 derajat Celsius, sedangkan kawasan pegunungan menghadapi suhu lebih rendah dengan potensi udara kabur dan kabut/asap.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah dengan suhu tinggi, perlu memperhatikan kondisi cuaca sepanjang hari. Sementara pengguna jalan yang melintas di kawasan pegunungan disarankan mewaspadai penurunan jarak pandang ketika udara kabur atau kabut muncul.
BMKG juga mengingatkan bahwa prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer. Karena itu, masyarakat disarankan memantau pembaruan informasi BMKG sebelum melakukan perjalanan maupun aktivitas di luar ruangan. (Ag4ys)













