PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Erupsi Anak Krakatau Ganggu 8 Bandara, Pemerintah Kerahkan Operasi Modifikasi CuacaMaulid di Masjid Nurul Mu’jizat, Warga Pandang Diingatkan Waspada KebakaranKajari Lutim Tegaskan Penyidikan 2 Kasus Korupsi Tak Akan BerhentiPolda Sulsel Bongkar 11 Modus Penipuan Online, Kerugian Korban Tembus Rp1,2 MiliarMagnifique Group Angkat Masa Depan Media dan AI di IdeaFestSulsel di Tengah Perebutan Investasi Indonesia TimurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Erupsi Anak Krakatau Ganggu 8 Bandara, Pemerintah Kerahkan Operasi Modifikasi CuacaMaulid di Masjid Nurul Mu’jizat, Warga Pandang Diingatkan Waspada KebakaranKajari Lutim Tegaskan Penyidikan 2 Kasus Korupsi Tak Akan BerhentiPolda Sulsel Bongkar 11 Modus Penipuan Online, Kerugian Korban Tembus Rp1,2 MiliarMagnifique Group Angkat Masa Depan Media dan AI di IdeaFestSulsel di Tengah Perebutan Investasi Indonesia Timur
Nasional

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 8 Bandara, Pemerintah Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca

7
×

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 8 Bandara, Pemerintah Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebarkan artikel ini
Suharyanto
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pemerintah terus mempercepat penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga pemantauan potensi tsunami di sekitar Selat Sunda. (Beritasatu.com/Almujawadin)

JAKARTAErupsi Gunung Anak Krakatau mulai mengganggu aktivitas di sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanis bahkan berdampak terhadap penerbangan hingga memaksa penutupan delapan bandara. Pemerintah pun bergerak cepat dengan menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan dampak erupsi.

Sebagaimana dikutip dari Berita Satu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan abu vulkanis Gunung Anak Krakatau telah tersebar ke empat provinsi, yakni Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Menurut Suharyanto, pemerintah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengerahkan OMC dengan memicu hujan di wilayah terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat luruhnya abu vulkanis sehingga gangguan terhadap aktivitas penerbangan bisa dikurangi.

“Dari mulai kemarin kami berusaha untuk melakukan operasi modifikasi cuaca, mendatangkan hujan agar cuaca atau abu vulkanis ini bisa luruh dan penerbangan tidak terganggu,” kata Suharyanto dalam rapat penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara daring, Senin (7/9/2026).

OMC disiapkan dari sejumlah titik, di antaranya Pondok Cabe dan Kertajati. Semarang juga dipertimbangkan sebagai lokasi alternatif jika kondisi penerbangan di sekitar Selat Sunda masih belum memungkinkan.

Di tengah ancaman tersebut, BNPB menyebut aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau justru menunjukkan tren penurunan. Suharyanto mengatakan intensitas erupsi saat ini lebih rendah dibandingkan erupsi pada 2018.

“Kondisi erupsinya ini sudah menurun. Kami membandingkan kondisi 2026 ini dengan erupsi 2018. Pada 2018 itu terjadi sama, hampir sama, tetapi tingkat erupsinya lebih tinggi daripada 2026,” ujarnya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menambahkan, perubahan pola angin juga menjadi perkembangan positif. Arah angin di sejumlah lapisan atmosfer kini bergeser ke barat, barat laut, dan barat daya, berbeda dengan sebelumnya yang cenderung membawa abu ke arah tenggara. BMKG memprakirakan peluang awan dan hujan ringan hingga sedang pada 9–12 September 2026 di wilayah terdampak, yang akan diperkuat melalui OMC.

Pemantauan abu vulkanis juga dilakukan bersama Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia. Hasil paper test di Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug menunjukkan hasil negatif terhadap debu vulkanis. Di sisi lain, BMKG memperkuat pengawasan potensi tsunami dengan memasang 20 perangkat pemantauan di sekitar Selat Sunda. Hingga Senin, belum ditemukan anomali kenaikan muka air laut yang berkaitan dengan erupsi.

Untuk sektor pelayaran, pemerintah juga menerapkan pembatasan aktivitas kapal dalam radius tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau selama status gunung berada pada Level III atau Siaga. Pemerintah memastikan pemantauan dilakukan secara intensif untuk menjaga keselamatan masyarakat, penerbangan, pelayaran, serta memastikan sistem peringatan dini tsunami tetap berfungsi optimal. (Ag4ys/B-Network)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com