PALU – Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 157 gempa susulan hingga sore hari.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan hasil pemantauan menunjukkan aktivitas seismik yang cukup intens pascagempa utama.
“Hingga pukul 17.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 157 kali,” demikian keterangan BMKG, sebagaimana dikutip dari Berita Satu.
Dari ratusan gempa susulan tersebut, kekuatannya bervariasi. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 5,1, sementara sebagian lainnya berkekuatan lebih kecil dan terus dipantau oleh BMKG.
BMKG menegaskan pemantauan aktivitas seismik di wilayah terdampak masih dilakukan secara berkelanjutan guna mengetahui perkembangan kondisi pascagempa serta mengantisipasi potensi dampak lanjutan.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
“Jangan memasuki atau berada di sekitar bangunan yang retak maupun rusak sebelum dipastikan aman,” imbau BMKG.
Selain itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar hanya mengakses informasi resmi terkait perkembangan gempa melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG, dan situs resmi BMKG.
Hingga saat ini, aktivitas gempa susulan masih terus dimonitor untuk memastikan kondisi terkini di wilayah Sulawesi Tengah pascagempa magnitudo 6,7 tersebut. (Ag4ys/B-Network)













