MAKASSAR—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sejumlah wilayah Indonesia akan datang lebih cepat dari biasanya.
Data BMKG menunjukkan sekitar 46,5 persen wilayah atau 325 Zona Musim (ZOM) diperkirakan mengalami awal kemarau lebih awal dibanding kondisi normal.
Sementara itu, 24,7 persen wilayah atau 173 ZOM diprediksi mengalami awal musim kemarau sesuai pola normal. Adapun 10,3 persen wilayah atau 72 ZOM diperkirakan mengalami awal kemarau lebih lambat dari biasanya.
BMKG mencatat 114 ZOM atau sekitar 16,3 persen wilayah diperkirakan sudah mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Wilayah tersebut meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian kecil Bali, sebagian besar Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sebagian kecil Kalimantan Selatan, serta sebagian kecil Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, 184 ZOM atau 26,3 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Wilayahnya mencakup sebagian Sumatera, Jawa bagian barat hingga timur, Bali, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat, Kalimantan bagian selatan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, serta sebagian wilayah Papua.
Kemudian, 163 ZOM atau sekitar 23,3 persen wilayah diperkirakan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, meliputi sebagian besar Sumatera, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Kalimantan, sebagian wilayah Sulawesi, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Papua.
BMKG juga memprediksi sifat musim kemarau tahun ini didominasi kondisi bawah normal. Dari total 699 Zona Musim di Indonesia, sebanyak 451 ZOM atau 64,5 persen diperkirakan mengalami kemarau bawah normal, 245 ZOM atau 35,1 persen normal, dan 3 ZOM atau 0,4 persen atas normal.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi cuaca selama periode kemarau. Selain potensi hari tanpa hujan yang lebih panjang, suhu udara di sejumlah wilayah juga berpotensi terasa lebih panas dari biasanya.
Informasi lengkap terkait perkembangan iklim dan prakiraan cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG. (*)













