Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Wakapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Pallawa 2026

82
×

Wakapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Pallawa 2026

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Pallawa 2026
Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H. memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Pallawa 2026 di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (2/2/2026).

MAKASSAR—Wakapolda Sulawesi Selatan. Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H. memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Pallawa 2026 di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (2/2/2026).

Apel ini menandai dimulainya operasi kepolisian selama 14 hari, terhitung 2 hingga 15 Februari 2026, yang menyasar langsung pelanggaran dan potensi kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Apel diikuti Pejabat Utama Polda Sulsel, personel kepolisian, serta unsur lintas instansi mulai dari POM AD, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, hingga Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam amanat Kapolda Sulsel yang dibacakan Wakapolda, ditegaskan bahwa apel digelar untuk memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung agar operasi berjalan optimal dan tepat sasaran.

Fokus utama operasi ini adalah fungsi lalu lintas, dengan penanganan pelanggaran dan potensi gangguan yang berisiko menimbulkan kecelakaan di jalan raya.

Operasi Keselamatan Pallawa 2026 merupakan operasi harkamtibmas yang dilaksanakan serentak secara nasional dengan pendekatan preemtif dan preventif.

Penegakan hukum tetap dilakukan melalui sistem tilang elektronik, baik ETLE statis, ETLE mobile on board, maupun ETLE hand held, yang disertai teguran simpatik kepada pelanggar.

Melalui operasi ini, Polri menargetkan penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus peningkatan disiplin masyarakat dalam berkendara.

Sasaran akhirnya adalah terwujudnya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas yang lebih aman dan nyaman.

Operasi ini juga menjadi bagian dari cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sasaran operasi meliputi berbagai potensi gangguan, ambang gangguan, hingga gangguan nyata yang dapat memicu kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas.

Sembilan pelanggaran prioritas menjadi fokus penindakan selama operasi berlangsung.

Pelanggaran tersebut meliputi penggunaan knalpot tidak sesuai standar pabrikan, kendaraan tidak standar atau over dimensi dan over loading, serta penggunaan sirene atau strobo pada kendaraan pribadi.

Sasaran lainnya adalah TNKB tidak sesuai aturan, kendaraan pribadi dijadikan angkutan, kendaraan barang mengangkut orang, serta kendaraan penumpang yang tidak laik jalan.

Polisi juga menindak pengendara sepeda motor tanpa helm atau berboncengan lebih dari satu orang.

Selain itu, parkir kendaraan pengunjung tempat wisata di bahu jalan turut menjadi perhatian petugas.

Wakapolda Sulsel mengingatkan seluruh personel agar bertugas secara proporsional, prosedural, dan akuntabel.

Ia juga meminta anggota menghindari tindakan kontraproduktif yang dapat merusak citra Polri.

Koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat ditekankan untuk memperkuat sinergi selama pelaksanaan operasi.

Melalui Operasi Keselamatan Pallawa 2026, Polri berharap kondisi lalu lintas di Sulawesi Selatan semakin tertib dan aman, khususnya menjelang Idul Fitri. (4r5/Ag4ys)

error: Content is protected !!