Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
Makassar

Kapolda Sulsel Hadiri Serah Terima Black Box ATR 42-500 untuk Investigasi KNKT

529
×

Kapolda Sulsel Hadiri Serah Terima Black Box ATR 42-500 untuk Investigasi KNKT

Sebarkan artikel ini
Kapolda Sulsel Hadiri Serah Terima Black Box ATR 42-500 untuk Investigasi KNKT
Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menghadiri kegiatan penyerahan black box pesawat ATR 42-500 PK-THT kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai bagian dari proses investigasi kecelakaan pesawat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (22/1/2026).

MAKASSAR—Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menghadiri kegiatan penyerahan black box pesawat ATR 42-500 PK-THT kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai bagian dari proses investigasi kecelakaan pesawat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (22/1/2026).

Black box yang diserahkan terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Perangkat vital tersebut diserahkan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Penyerahan black box turut disaksikan Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Black box sebelumnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi kecelakaan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan mengingat medan yang berat dan kondisi alam yang ekstrem.

ADVERTISEMENT

Keberhasilan menemukan dan mengevakuasi black box tidak lepas dari kerja keras dan sinergi tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian. Selanjutnya, KNKT akan melakukan analisis mendalam terhadap data FDR dan CVR untuk merekonstruksi kronologi kejadian serta mengungkap faktor penyebab kecelakaan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa data dalam black box memiliki peran sangat penting dalam mendukung proses investigasi.

“Black box ini kami serahkan kepada KNKT sebagai lembaga yang berwenang melakukan investigasi. Data di dalamnya sangat krusial untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dengan diserahkannya black box tersebut, diharapkan proses investigasi dapat berjalan optimal serta menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan keselamatan transportasi udara di Indonesia. (4r5/Ag4ys)

Konten dilindungi Β© Mediasulsel.com