Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
Bisnis

UMKM Binaan Pertamina Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar di Hari Pertama INACRAFT 2026

343
×

UMKM Binaan Pertamina Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar di Hari Pertama INACRAFT 2026

Sebarkan artikel ini
UMKM Binaan Pertamina Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar di Hari Pertama INACRAFT 2026
UMKM binaan PT Pertamina (Persero) mencatat total penjualan Rp1,9 miliar pada hari pertama The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/2/2026).

JAKARTA—UMKM binaan PT Pertamina (Persero) mencatat total penjualan Rp1,9 miliar pada hari pertama The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Capaian tersebut diperoleh pada hari pembukaan pameran kerajinan terbesar di Indonesia itu, yang menjadi ajang promosi sekaligus transaksi bagi pelaku usaha kriya nasional.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan UMKM yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

ā€œPenjualan senilai Rp1,9 miliar di hari pertama INACRAFT 2026 menjadi bukti bahwa UMKM binaan Pertamina memiliki kualitas produk yang kuat, mampu bersaing, serta relevan dengan kebutuhan pasar nasional maupun global. Harapannya target pameran tahun ini pencapaian UMKM akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,ā€ ujar Baron.

Ia menyebutkan, saat ini sekitar 200 UMKM mitra binaan Pertamina telah menembus pasar global. Keikutsertaan dalam INACRAFT juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.

Menurut Baron, partisipasi UMKM binaan dalam pameran ini tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga berdampak pada aspek ekonomi dan sosial, termasuk keterlibatan wirausaha perempuan.

ā€œSesuai dengan tema INACRAFT tahun ini Exploring and Celebrating Womanpreneurs in Craft, mayoritas mitra binaan yang ikut serta dalam pameran adalah perempuan. Keterlibatan mereka adalah bentuk dukungan inklusif. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami melihat tren transaksi yang terus meningkat setiap tahunnya,ā€ ujarnya.

Salah satu mitra binaan, Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber Handicraft asal Kebumen, mengaku keikutsertaan dalam INACRAFT memberikan dampak nyata bagi usahanya. Produknya berupa dekorasi rumah berbahan serat alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang kini telah rutin diekspor ke Amerika Serikat.

ā€œIni kali kedua saya diajak Pertamina ke INACRAFT. Dampaknya sangat nyata pada networking, branding, hingga omzet kami. Pertamina benar-benar hadir memberikan dukungan nyata bagi kami pelaku usaha kecil,ā€ ungkap Novita.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, saat membuka INACRAFT 2026, mengatakan pameran tersebut menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi dalam subsektor kriya.

Tema INACRAFT 2026 juga mencerminkan peran perempuan dalam subsektor kriya nasional, yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat subsektor kriya menjadi kontributor ekspor terbesar kedua ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai 12,03 miliar dolar AS pada periode Januari–November 2025.

ā€œCapaian ini menunjukkan bahwa kriya bukan hanya ekspresi budaya, tetapi penggerak perdagangan dan nilai tambah ekonomi nasional,ā€ pungkasnya.

Sebagai perusahaan di sektor energi, Pertamina menyatakan terus menjalankan program pembinaan UMKM sebagai bagian dari transformasi perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan usaha dan lingkungan, serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasionalnya. (*)

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com