BALIKPAPAN—PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah pasokan BBM sebanyak 176 kiloliter (KL) secara bertahap di Kalimantan Barat. Penambahan pasokan dilakukan seiring optimalisasi penerimaan BBM dari kapal-kapal pengangkut yang telah tiba guna mempercepat normalisasi distribusi di wilayah tersebut.
Upaya itu dilakukan untuk menambah ketersediaan BBM di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Landak, serta wilayah lainnya di Kalimantan Barat.
Saat ini, suplai BBM menuju Integrated Terminal (IT) Pontianak berjalan sesuai rencana. Sejumlah kapal pengangkut BBM telah tiba di area penerimaan dan proses pembongkaran pasokan terus berlangsung untuk menambah stok di terminal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengatakan Pertamina terus berupaya menjaga kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat atas antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Saat ini, kapal-kapal pengangkut BBM telah tiba dan proses penerimaan pasokan terus berlangsung,” ujar Edi.
Ia mengatakan, Pertamina mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan untuk menambah ketersediaan stok sekaligus mempercepat normalisasi distribusi di Kalimantan Barat.
“Pertamina terus mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan untuk memperkuat ketersediaan stok serta mempercepat normalisasi distribusi di wilayah Kalimantan Barat,” katanya.
Edi menambahkan, Pertamina juga mengoptimalkan pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU dengan menerapkan sejumlah antisipasi.
Pengiriman ke SPBU di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya dilakukan lebih awal mulai pukul 00.00 WIB agar pasokan tersedia lebih cepat.
Per Rabu (29/7) pagi, pengiriman BBM ke sejumlah SPBU telah dilakukan. Penyaluran akan terus ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Selain itu, Pertamina melakukan build up stock secara proaktif di SPBU tanpa menunggu stok mencapai level minimum. Cara ini ditempuh untuk menjaga ketersediaan stok di SPBU dan meminimalkan potensi kekosongan.
Sejak Senin, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan BBM sebanyak 176 kiloliter secara bertahap. Penambahan pasokan terus dilakukan setiap hari dengan prioritas SPBU yang mengalami peningkatan permintaan dan kepadatan kendaraan.
Sejumlah SPBU juga memperpanjang jam operasional hingga tengah malam guna meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Edi, berbagai upaya tersebut dilakukan agar distribusi BBM di Kalimantan Barat kembali lancar.
“Dengan pasokan yang terus diperkuat dan berbagai langkah antisipasi yang kami lakukan, Pertamina terus memastikan distribusi BBM berjalan secara optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait agar proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya agar proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan lancar,” katanya.
Untuk mendukung tambahan pasokan tersebut, Pertamina meningkatkan pemantauan penyaluran BBM di SPBU serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendukung kelancaran pelayanan dan pengaturan arus kendaraan di lokasi yang mengalami kepadatan.
Edi mengatakan, kondisi stok dan penyaluran BBM terus dipantau langsung di lapangan.
“Kami terus memantau kondisi stok dan penyaluran secara langsung di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pertamina akan terus menyesuaikan penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan agar distribusi dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
“Pertamina akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pertamina juga terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung kelancaran distribusi serta pelayanan kepada masyarakat.
Di akhir keterangannya, Edi mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan serta kapasitas kendaraan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan kapasitas kendaraan,” katanya.
Ia menilai pembelian sesuai kebutuhan akan membantu menjaga ketersediaan BBM sehingga masyarakat lain juga dapat memperoleh pelayanan dengan tertib.
“Dengan membeli secukupnya, masyarakat turut membantu menjaga ketersediaan BBM dan memberikan kesempatan bagi masyarakat lainnya untuk mendapatkan pelayanan dengan lebih tertib. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran distribusi dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” tutup Edi. (*)






