MALANG—Pertamina Patra Niaga melepasliarkan 1.500 tukik lekang dan satu ekor penyu lekang dewasa di Pantai Bajulmati, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Community Involvement Development (CID) FT Malang bertajuk Ibu Kota Penyu yang berfokus pada pelestarian penyu dan edukasi masyarakat mengenai ekosistem laut.
Kegiatan bertajuk Singgah di Samudra tersebut digelar di Desa Gajahrejo, Kabupaten Malang, pada 26 Juli 2026.
Program itu dijalankan sebagai respons atas ancaman terhadap populasi penyu di Pantai Bajulmati dan Modangan. Sejak 2020, kawasan tersebut tercatat sebagai lokasi pendaratan alami lima dari tujuh spesies penyu dunia.
Data Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) periode 2024-2025 mencatat lebih dari 14.000 tukik berhasil dilepasliarkan dari total 19.102 butir telur penyu.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan kegiatan Singgah di Samudra merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program CID yang memadukan pelestarian lingkungan dan edukasi masyarakat.
“Singgah di Samudra menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga menghadirkan program CID yang tak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Harapannya, lanjut dia, setiap peserta pulang dengan pengalaman berharga dan semangat menjaga pesisir serta penyu Indonesia.
Selain pelepasliaran tukik, kegiatan juga diisi Sekolah Alam Pesisir, pameran diorama berbahan limbah kertas, dan aktivitas Titip Cerita untuk Samudra.
Sebanyak 1.500 ekor tukik lekang dan satu ekor penyu lekang dewasa yang telah selesai menjalani rehabilitasi dilepasliarkan dalam kegiatan tersebut.
Adapun kegiatan melibatkan BBKSDA, Perhutani, Pemerintah Desa Gajahrejo, komunitas konservasi, dan masyarakat. Sekitar 200 peserta mengikuti seluruh rangkaian acara.
Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga menyatakan Program Ibu Kota Penyu terus difokuskan pada konservasi habitat, edukasi lingkungan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga keberlanjutan habitat penyu di pesisir Malang Selatan.
Menurut Kitty, komitmen tersebut juga diwujudkan dalam berbagai inisiatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan,” tutup. (*)













