PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Jawa Timur

Menag Sebut Jawa Timur Wajah Islam Moderat Indonesia, Siap Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia

144
×

Menag Sebut Jawa Timur Wajah Islam Moderat Indonesia, Siap Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia

Sebarkan artikel ini
Menag di Surabaya 1
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar saat menghadiri rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026). (Foto: Muh. Aras)

SURABAYA – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menilai Jawa Timur bukan sekadar salah satu provinsi dengan basis Islam terbesar di Indonesia. Lebih dari itu, daerah ini disebut sebagai representasi wajah Islam Indonesia yang moderat, nasionalis, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan. Modal sosial tersebut dinilai layak menjadi pijakan menjadikan Jawa Timur sebagai laboratorium kerukunan dunia.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi pemanasan menuju penyelenggaraan IGIC 2026 yang akan mempertemukan para imam dari berbagai negara.

Sekitar 20.000 jamaah memadati Masjid Al-Akbar dalam agenda Istighatsah dan Tabligh Akbar. Sementara itu, Seminar Nasional bertema Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan ulama, imam masjid, akademisi, pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat umum.

Menurut Menag, kekuatan Jawa Timur terletak pada kolaborasi ulama, pesantren, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat yang selama ini mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman. Ia menegaskan, Islam yang kuat tidak bertentangan dengan nasionalisme maupun kerukunan, justru dapat berjalan beriringan.

Nasaruddin juga mendorong para imam masjid Indonesia mengambil peran lebih luas sebagai pemimpin peradaban. Ia berharap para imam tidak hanya membina jamaah di lingkungan masing-masing, tetapi juga menjadi duta perdamaian yang membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung internasional.

Ketua Steering Committee IGIC 2026, Irjen Pol. M. Sabilul Alif, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremoni menjelang konferensi internasional. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum menyatukan kekuatan ulama, pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk membangun ekosistem perdamaian yang dapat menjadi inspirasi dunia.

Senada dengan itu, Ketua Panitia IGIC 2026, Faried F. Saenong, menyebut Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam merawat keberagaman. Pengalaman tersebut akan dibawa ke forum internasional sebagai kontribusi nyata Indonesia terhadap upaya mewujudkan perdamaian global.

Koordinator Pelaksana, Mas’ud Halimin, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati Masjid Al-Akbar sejak siang hingga sore. Menurutnya, tingginya partisipasi jamaah menjadi bukti bahwa semangat ukhuwah, persatuan, dan cinta damai masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang dipimpin langsung Menteri Agama. Dari Surabaya, pesan yang ingin ditegaskan bukan hanya pentingnya memakmurkan masjid, tetapi juga menguatkan peran masjid sebagai pusat pendidikan, pemersatu umat, sekaligus ruang diplomasi perdamaian yang membawa pesan “Dari Masjid untuk Indonesia, dari Indonesia untuk Perdamaian Dunia.” (CR/Ag4ys)

Citizen Reporter: Muh. Aras Prabowo (Akademisi UNUSIA)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com