PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.4 Tahun Makan Debu, Warga Bone Menangis Lihat Jalan Ujung Lamuru–Palattae Mulai MulusTim PPK Ormawa BKMF SINAPSIS FIKK UNM Paparkan Inovasi Baruga SIPAKATAU di PKP InternalAbu Gunung Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Siaga Evakuasi dan Tangani Warga TerdampakGerbang Tani Kecam Nusron Wahid Soal “Aksi Sepihak”, Desak RUU Reforma Agraria Segera DisahkanMartín Diburu Márquez dan Bezzecchi, Mandalika Bisa Jadi Titik Balik Perebutan Juara DuniaPengurus OSIS PWU Dilatih Kritis Bermedia dan Berani Menulis BeritaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.4 Tahun Makan Debu, Warga Bone Menangis Lihat Jalan Ujung Lamuru–Palattae Mulai MulusTim PPK Ormawa BKMF SINAPSIS FIKK UNM Paparkan Inovasi Baruga SIPAKATAU di PKP InternalAbu Gunung Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Siaga Evakuasi dan Tangani Warga TerdampakGerbang Tani Kecam Nusron Wahid Soal “Aksi Sepihak”, Desak RUU Reforma Agraria Segera DisahkanMartín Diburu Márquez dan Bezzecchi, Mandalika Bisa Jadi Titik Balik Perebutan Juara DuniaPengurus OSIS PWU Dilatih Kritis Bermedia dan Berani Menulis Berita
Jawa Timur

Harga Telur Terjun Bebas, Peternak Blitar Minta Pasar MBG Jadi Penyelamat

100
×

Harga Telur Terjun Bebas, Peternak Blitar Minta Pasar MBG Jadi Penyelamat

Sebarkan artikel ini
Harga Telur Terjun Bebas, Peternak Blitar Minta Pasar MBG Jadi Penyelamat
Anjloknya harga telur ayam ras kembali menghantam peternak rakyat di Kabupaten Blitar. Di tengah biaya produksi yang terus meningkat, harga telur di tingkat peternak justru merosot hingga sekitar Rp21 ribu per kilogram, jauh di bawah harga acuan pemerintah yang berada pada kisaran Rp24.500–Rp26.500 per kilogram.

BLITAR—Anjloknya harga telur ayam ras kembali menghantam peternak rakyat di Kabupaten Blitar. Di tengah biaya produksi yang terus meningkat, harga telur di tingkat peternak justru merosot hingga sekitar Rp21 ribu per kilogram, jauh di bawah harga acuan pemerintah yang berada pada kisaran Rp24.500–Rp26.500 per kilogram.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha peternak kecil yang selama ini menjadi tulang punggung produksi telur nasional.

Bupati Rijanto menilai tekanan terhadap peternak semakin berat karena harga pakan ternak terus mengalami kenaikan, dipicu ketidakpastian ekonomi global dan menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah.

Menurutnya, jika situasi ini dibiarkan berlarut-larut, banyak peternak rakyat berpotensi mengalami kerugian berkepanjangan hingga terancam menutup usahanya.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, peternak kecil bisa terancam gulung tikar,” ujar Rijanto, Senin (1/6/2026) kemarin.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Blitar mengusulkan agar kebutuhan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diserap melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Skema tersebut dinilai dapat menciptakan pasar yang lebih pasti bagi peternak sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

Dengan adanya serapan dari program nasional tersebut, peternak diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada fluktuasi pasar yang sering kali merugikan mereka saat produksi melimpah.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Beky Herdihansah menegaskan pemerintah daerah akan membawa aspirasi peternak ke pemerintah pusat agar mendapat perhatian khusus.

Menurut Beky, posisi Kabupaten Blitar sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai sekitar 450 ton per hari membuat persoalan harga telur tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, tetapi juga pada rantai pasok pangan nasional.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah menginginkan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi masyarakat dan keberlanjutan usaha peternak.

“Yang kami perjuangkan adalah agar peternak kecil tetap bisa bertahan dan berkembang,” tegasnya.

Di tengah melimpahnya produksi dan melemahnya harga jual, harapan peternak kini tertuju pada intervensi pemerintah melalui program MBG. Jika usulan tersebut terealisasi, pasar program makan bergizi berpotensi menjadi penopang baru bagi ribuan peternak rakyat yang tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga telur. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com