MAKASSAR — Jorge Martín memang masih duduk di singgasana klasemen MotoGP 2026. Namun, keunggulan 19 poin atas Marc Márquez dan 24 poin dari Marco Bezzecchi membuat posisinya belum benar-benar aman.
Hingga klasemen sementara per 7 September 2026, Martín mengoleksi 256 poin. Márquez membuntuti dengan 237 poin, sementara Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 232 poin. Tiga pembalap ini kini menjadi pusat perhatian dalam perburuan gelar juara dunia yang memasuki sembilan seri terakhir.
Situasi tersebut membuat setiap balapan menjadi penting. Martín tidak hanya dituntut mempertahankan posisinya, tetapi juga harus mampu menjauh dari kejaran Márquez dan Bezzecchi. Sebaliknya, dua pembalap tersebut memiliki misi yang sama: memangkas jarak sedikit demi sedikit sebelum pertarungan memasuki seri-seri penentuan.
Tekanan pertama akan datang di MotoGP San Marino, Misano, Italia, 11–13 September 2026, kemudian berlanjut ke Austria pada 18–20 September. Setelah itu, persaingan bergeser ke Asia melalui MotoGP Jepang di Motegi, 2–4 Oktober.
Namun, perhatian khusus tertuju pada MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, 9–11 Oktober 2026. Balapan di Lombok tersebut berpotensi menjadi salah satu titik balik dalam perebutan gelar karena digelar setelah San Marino, Austria dan Jepang. Tiga seri itu bisa saja membuat jarak poin di papan atas berubah drastis sebelum para pembalap tiba di Indonesia.
Mandalika juga menjadi bagian dari rangkaian balapan padat di kawasan Asia-Pasifik. Setelah Indonesia, para pembalap langsung menghadapi MotoGP Australia di Phillip Island pada 23–25 Oktober, kemudian MotoGP Malaysia di Sepang pada 30 Oktober–1 November.
Rangkaian tersebut membuat periode Oktober menjadi fase yang sangat penting. Martín harus mampu mengamankan poin sebanyak mungkin, sementara Márquez dan Bezzecchi mempunyai kesempatan mempersempit bahkan membalikkan keadaan jika mampu tampil konsisten di tiga negara tersebut.
Setelah Malaysia, persaingan berlanjut ke MotoGP Qatar di Losail, 6–8 November. Para pembalap kemudian menghadapi MotoGP Portugal di Algarve, 20–22 November, sebelum musim ditutup di MotoGP Valencia, Spanyol, 27–29 November 2026.
Di luar tiga besar, Fabio Di Giannantonio dengan 208 poin masih berada dalam jarak 48 poin dari Martín. Ai Ogura mengoleksi 203 poin, Pedro Acosta 197 poin, Álex Márquez 191 poin dan Francesco Bagnaia 181 poin. Secara matematis mereka masih memiliki peluang, meski membutuhkan lonjakan performa sekaligus hasil buruk dari para pembalap di atasnya.
Bagi Martín, sembilan seri terakhir adalah ujian mempertahankan keunggulan. Bagi Márquez dan Bezzecchi, ini merupakan kesempatan untuk melakukan pengejaran hingga tikungan terakhir musim 2026.
Dengan selisih hanya 19 poin, Márquez cukup menekan Martín secara konsisten untuk membuat persaingan semakin terbuka. Bezzecchi pun hanya berjarak lima poin dari Márquez dan 24 poin dari Martín.
Jika persaingan tetap ketat hingga Oktober, Mandalika bisa menjadi salah satu panggung penting yang menentukan arah perebutan gelar. Sebaliknya, jika Martín mampu memperlebar jarak sebelum tiba di Indonesia, tekanan justru akan semakin besar berada di kubu Márquez dan Bezzecchi.
Satu hal yang pasti, trofi juara dunia MotoGP 2026 belum aman di tangan siapa pun. Martín masih memimpin, tetapi Márquez dan Bezzecchi terus memburu. Dan dari Misano hingga Valencia, setiap poin akan menjadi sangat berharga dalam perjalanan menuju mahkota dunia. (Ag4ys)













