MEDIASULSEL.COM—Kaki-kaki mobil sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan. Padahal, bagian inilah yang bekerja paling keras setiap hari. Saat mobil melaju di jalan berlubang, menghantam polisi tidur, hingga menahan beban kendaraan dan penumpang, seluruh tekanan ditanggung oleh sistem kaki-kaki.
Tak sedikit pengendara baru menyadari pentingnya merawat kaki-kaki mobil ketika muncul bunyi aneh, setir terasa bergetar, atau mobil mulai tidak stabil saat dikendarai. Jika dibiarkan, kerusakan pada bagian ini bukan hanya membuat perjalanan tidak nyaman, tetapi juga berisiko mengganggu keselamatan.
Kaki-kaki mobil sendiri terdiri dari sejumlah komponen penting seperti shockbreaker, tie rod, ball joint, bushing arm, hingga bearing roda. Semua bagian tersebut bekerja saling terhubung untuk menjaga keseimbangan, kenyamanan, dan kontrol kendaraan di jalan.
Agar tidak cepat rusak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pemilik mobil.
Hindari Jalan Rusak dengan Kecepatan Tinggi
Jalan berlubang menjadi musuh utama kaki-kaki mobil. Saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan menghantam lubang, benturan keras akan langsung diterima suspensi dan komponen lainnya. Jika dilakukan berulang, kerusakan bisa terjadi lebih cepat.
Mengurangi kecepatan saat melewati jalan tidak rata atau polisi tidur menjadi langkah sederhana yang mampu memperpanjang usia kaki-kaki kendaraan.
Jangan Membawa Muatan Berlebihan
Banyak pemilik kendaraan tidak menyadari bahwa beban berlebih dapat mempercepat kerusakan kaki-kaki. Mobil yang terus dipaksa mengangkut muatan melebihi kapasitas akan membuat suspensi bekerja ekstra.
Dalam jangka panjang, shockbreaker dan komponen penyangga lain bisa cepat aus. Selain itu, handling kendaraan juga menjadi kurang stabil.
Rutin Spooring dan Balancing
Spooring dan balancing bukan sekadar perawatan tambahan. Kedua proses ini penting untuk menjaga posisi roda tetap presisi.
Jika roda tidak sejajar, ban akan aus tidak merata dan setir terasa menarik ke satu sisi. Kondisi ini juga membuat kerja kaki-kaki menjadi lebih berat.
Idealnya, spooring dan balancing dilakukan setiap 10 ribu kilometer atau ketika mobil terasa tidak nyaman dikendalikan.
Perhatikan Bunyi Aneh dari Bawah Mobil
Bunyi “gluduk”, getaran berlebihan, atau suara berdecit saat melewati jalan rusak sering menjadi tanda awal masalah pada kaki-kaki.
Banyak pengemudi memilih mengabaikan gejala tersebut karena dianggap sepele. Padahal, semakin cepat kerusakan diketahui, biaya perbaikan biasanya jauh lebih murah.
Cek Kondisi Ban Secara Berkala
Ban yang tekanan anginnya tidak sesuai dapat memberi beban tambahan pada kaki-kaki mobil. Tekanan terlalu rendah membuat gesekan meningkat, sementara tekanan terlalu tinggi membuat benturan terasa lebih keras.
Memastikan tekanan ban tetap sesuai rekomendasi pabrikan membantu menjaga kenyamanan berkendara sekaligus memperpanjang usia komponen kaki-kaki.
Jangan Tunggu Rusak Parah
Merawat kaki-kaki mobil bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan. Mobil dengan kaki-kaki bermasalah bisa kehilangan kestabilan, terutama saat bermanuver atau melaju di kecepatan tinggi.
Pemeriksaan rutin ke bengkel menjadi langkah penting untuk mendeteksi kerusakan sejak dini. Dengan perawatan sederhana dan kebiasaan berkendara yang lebih hati-hati, kaki-kaki mobil dapat bertahan lebih lama dan tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan. (Ag4ys)













